Bantu Pakistan, IMF Gelontorkan Dana Rp16 Triliun Hadapi Risiko Ini
Rabu, 21 Mei 2025 - 13:37 WIB
loading...
A
A
A
Meski demikian, IMF juga mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Pakistan selama semester pertama tahun fiskal 2025 lebih lambat dari yang diharapkan. Namun, manajemen fiskal dianggap tetap berada di jalur yang tepat, dengan pencapaian surplus primer oleh pemerintah.
Lembaga keuangan internasional itu mengingatkan Pakistan untuk terus menjalankan kebijakan pengetatan moneter berbasis data dan mempertahankan nilai tukar berbasis pasar. Langkah ini diperlukan guna melindungi kemajuan ekonomi yang telah dicapai sejauh ini.
IMF juga menyoroti pentingnya reformasi struktural lanjutan, termasuk dalam memperluas basis pajak, mengurangi ketergantungan terhadap utang publik, serta memperbesar ruang fiskal bagi pengeluaran sosial dan pembangunan infrastruktur.
Baca Juga: Gaji Pokok Tentara Pakistan, Sersan Rp14 Juta, Jenderal Rp84 Juta Per Bulan
Di sektor energi, IMF menyatakan perlunya penyesuaian tarif secara berkala agar mencerminkan biaya riil produksi dan distribusi. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan sektor energi dan mencegah tekanan tambahan pada anggaran negara.
Lembaga keuangan internasional itu mengingatkan Pakistan untuk terus menjalankan kebijakan pengetatan moneter berbasis data dan mempertahankan nilai tukar berbasis pasar. Langkah ini diperlukan guna melindungi kemajuan ekonomi yang telah dicapai sejauh ini.
IMF juga menyoroti pentingnya reformasi struktural lanjutan, termasuk dalam memperluas basis pajak, mengurangi ketergantungan terhadap utang publik, serta memperbesar ruang fiskal bagi pengeluaran sosial dan pembangunan infrastruktur.
Baca Juga: Gaji Pokok Tentara Pakistan, Sersan Rp14 Juta, Jenderal Rp84 Juta Per Bulan
Di sektor energi, IMF menyatakan perlunya penyesuaian tarif secara berkala agar mencerminkan biaya riil produksi dan distribusi. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan sektor energi dan mencegah tekanan tambahan pada anggaran negara.
Lihat Juga :