Trump Ancam Gebuk Tarif 50%, Uni Eropa Justru Balas dengan Rasa Hormat

Minggu, 25 Mei 2025 - 08:22 WIB
loading...
A A A
Perdana Menteri Irlandia, Micheál Martin, mengingatkan jalan negosiasi adalah satu-satunya solusi berkelanjutan. "Kita tidak perlu menempuh jalan ini," katanya dalam pernyataan resmi.

Senada dengan Martin, Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Saint-Martin menegaskan, Eropa tetap mengedepankan de-eskalasi dalam menghadapi ketegangan perdagangan ini, namun siap mengambil langkah balasan jika diperlukan.

Pernyataan serupa datang dari Jerman. Menteri Ekonomi Katherina Reiche menilai bahwa penyelesaian melalui meja perundingan harus menjadi prioritas utama Uni Eropa. "Kita harus melakukan segalanya untuk memastikan Komisi Eropa mencapai solusi yang dinegosiasikan," katanya.

Sementara, Perdana Menteri Belanda Dick Schoof mengingatkan bahwa fluktuasi tarif dalam hubungan dagang dengan AS bukan hal baru. Ia mendukung strategi negosiasi yang ditempuh Komisi Eropa dan menyebut bahwa fleksibilitas adalah kunci.

Hubungan dagang Uni Eropa-AS tergolong besar. Data pemerintah AS mencatat nilai ekspor barang dari UE ke AS mencapai lebih dari USD600 miliar pada 2024, sementara impor dari AS ke UE tercatat sebesar USD370 miliar.

Trump sebelumnya juga telah memberlakukan tarif 20% atas sejumlah barang Eropa bulan lalu. Namun, tarif itu kemudian diturunkan menjadi 10% untuk memberi ruang negosiasi hingga 8 Juli. Trump menuding UE menciptakan ketidakseimbangan perdagangan karena lebih banyak menjual barang ke AS ketimbang membeli.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Piala Dunia 2026 Berpotensi...
Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Panggung Terakhir Luka Modric
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Rekomendasi
Michael Oliver Mendadak...
Michael Oliver Mendadak Dicoret di Laga Pertama Piala Dunia 2026, Ada Apa?
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Berita Terkini
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
Infografis
Trump Serius Ancam Iran...
Trump Serius Ancam Iran dengan Kekuatan Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved