Mampukah Mata Uang Lain Merebut Tahta Raja Dolar AS? Begini Penjelasan Analis

Selasa, 27 Mei 2025 - 07:36 WIB
loading...
A A A
Contohnya, China yang membatasi mobilitas modal dan membatasi independensi bank sentralnya. Dan gejolak politik di zona euro menimbulkan pertanyaan tentang stabilitas blok mata uang tersebut. Akibatnya, investor global dihadapkan pada realitas yang sudah dikenal bahwa belum ada alternatif untuk dolar AS, yang telah menjadi mata uang pilihan untuk pembayaran dan cadangan internasional selama beberapa dekade.

"Posisi dolar AS di puncak sistem moneter dunia tidak pernah terlihat lebih rentan," tulis Prasad.

"Untung bagi Amerika Serikat-dan sayangnya bagi para penentang dolar-sepertinya tidak ada pesaing yang cukup kuat untuk menggesernya dari tempatnya," paparnya.

Untuk lebih memastikan, telah terjadi aksi "jual Amerika" dimana kita melihat obligasi Treasury AS dan dolar terjual, menantang peran tradisional mereka sebagai tempat aman di waktu ketidakpastian ekonomi. Dan ada tanda-tanda "pemogokan pembeli" di aset AS saat investor asing mencapai batas seberapa banyak utang yang dapat mereka tanggung, terutama ketika Kongres dan Trump bersiap untuk memperdalam defisit dengan undang-undang pajak baru.

Menurut pandangan Prasad, masih belum jelas apakah pergeseran dari aset AS menandakan awal tren jangka panjang atau hanya disebabkan oleh faktor-faktor teknis dan makroekonomi, seperti inflasi yang diakibatkan oleh tarif yang menyebabkan dana lindung nilai melepas Treasury AS.

"Sementara itu, investor asing mungkin juga mencari lebih banyak diversifikasi dalam kepemilikan mereka setelah sangat bergantung pada pasar AS dalam beberapa tahun terakhir," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Rekomendasi
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved