Negara Ini Resmi Larang Peredaran Dolar AS, Transaksi Wajib Gunakan Mata Uang Lokal

Kamis, 29 Mei 2025 - 07:34 WIB
loading...
Negara Ini Resmi Larang...
Tanzania resmi melarang penggunaan dolar AS dalam transaksi di dalam negeri. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Tanzania resmi melarang penggunaan dolar Amerika Serikat (USD) dalam transaksi di dalam negeri. Kebijakan ini mengikuti jejak aliansi BRICS yang mendorong dedolarisasi dalam perdagangan global. Pemerintah menetapkan Shilling Tanzania (TZS) sebagai satu-satunya alat pembayaran sah, sementara mata uang asing dinyatakan ilegal untuk transaksi lokal.

Keputusan ini diambil setelah maraknya penggunaan valuta asing, terutama dolar AS, dalam transaksi antarwarga dan bisnis di dalam negeri. Presiden Samia Suluhu Hassan menegaskan, langkah ini bertujuan memperkuat mata uang lokal dan mengurangi ketergantungan pada USD.

Baca Juga: Era Baru Perdagangan Global, 92% Transaksi SCO Tak Pakai Dolar AS

Namun, pemerintah memberikan pengecualian bagi transaksi dengan pihak asing. Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Tanzania, Johnson Nyella, menyatakan bahwa bisnis yang berurusan dengan klien luar negeri masih diperbolehkan menerima pembayaran dalam dolar AS.

Kebijakan ini menuai pro dan kontra di kalangan pelaku usaha. Sejumlah pengusaha mengkhawatirkan penurunan minat investor asing jika transaksi tidak lagi menggunakan mata uang global seperti USD. Mereka menilai, langkah dedolarisasi bisa berdampak buruk bagi perekonomian Tanzania.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Mahasiswa UNS Diajak...
Mahasiswa UNS Diajak Pahami Penyebab Rupiah Melemah dan Dolar Naik di ICC 2026
Rekomendasi
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved