Misi India Melawan China, Coba Membangun Cadangan Besar Magnet Tanah Jarang

Jum'at, 06 Juni 2025 - 07:59 WIB
loading...
Misi India Melawan China,...
India disebutkan sedang berencana bersama-sama dengan beberapa perusahaan untuk membangun cadangan jangka panjang magnet tanah jarang (rare earth). Foto/Dok
A A A
NEW DELHI - India disebutkan sedang berencana bersama-sama dengan beberapa perusahaan untuk membangun cadangan jangka panjang magnet tanah jarang ( rare earth ). Bahkan untuk mewujudkan hal itu, India menawarkan insentif fiskal bagi siapa saja yang ingin melakukan produksi di dalam negeri.

Berdasarkan sumber terkait yang dilansir Reuters, keinginan ini terkait dengan pembatasan yang dilakukan China. Membangun rantai pasokan logam tanah jarang bisa memakan waktu bertahun-tahun, tetapi akan mengurangi ketergantungan India pada pengiriman dari China.

Beijing diketahui sedang mengirimkan gelombang kejut di seluruh industri global, terutama otomotif, dengan langkahnya pada 4 April yang membatasi ekspor bahan rare earth atau logam tanah jarang. China mengendalikan 90% dari pemrosesan magnet tersebut, yang juga digunakan dalam industri seperti energi bersih dan pertahanan.

Baca Juga: 5 Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang di Dunia

Saat ini, pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi ingin mengembangkan kemampuan manufaktur dalam negeri dan sedang mempertimbangkan untuk menawarkan insentif fiskal berbasis produksi kepada perusahaan-perusahaan, kata dua sumber yang meminta untuk tidak diungkapkan identitasnya karena pembicaraan ini bersifat sensitof.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Rekomendasi
Lalin di Kawasan Patung...
Lalin di Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar Jelang Aksi Massa
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Timnas Korea Selatan...
Timnas Korea Selatan Boikot Delegasi Pers Negaranya di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved