PTBA Bakal Ganti Pengurus, Realisasi Proyek Gasifikasi Batu Bara Dinanti

Senin, 09 Juni 2025 - 19:21 WIB
loading...
PTBA Bakal Ganti Pengurus,...
Momentum RUPS PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menurut pengamat, perlu digunakan oleh pemegang saham untuk mendorong realisasi proyek gasifikasi batu bara menjadi gas Dimethyl Ether (DME) yang belum berjalan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ) pada 12 Juni 2025. Salah satu agenda dalam RUPS BUMN tambang tersebut adalah pergantian pengurus perseroan.

Pengamat BUMN dari NEXT Indonesia, Herry Gunawan mengatakan, momentum RUPS tersebut perlu digunakan oleh pemegang saham untuk mendorong realisasi proyek gasifikasi batu bara menjadi gas Dimethyl Ether (DME) yang belum berjalan. Proyek gasifikasi batu bara menjadi gas DME ini telah terdaftar sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Perpres No. 109/2020 dan dimasukkan ke dalam 18 proyek hilirisasi prioritas.

“Selama ini proyek strategis yang sudah diamanatkan kepada Bukit Asam itu mandek. Karena itu, arahan pemegang saham di RUPS untuk mewujudkan proyek tertunda itu menjadi sangat penting,” ungkap Herry di Jakarta, Senin (9/6/2025).

Baca Juga: RI Krisis Batu Bara, Bagaimana Nasib Proyek Gasifikasi?

Pada kesempatan tersebut, imbuh dia, pemegang saham perlu mengevaluasi alasan belum terlaksananya proyek gasifikasi batu bara menjadi gas DME tersebut. Padahal kata dia, dimasukkannya proyek gasifikasi itu sebagai salah satu dari 18 proyek hilirisasi prioritas, menunjukkan kuatnya perhatian pemerintah.

“Presiden Prabowo Subianto memiliki concern yang sangat kuat untuk merealisasikannya, mengingat ketergantungan kita terhadap impor LPG sangat tinggi. Karena itu, proyek gasifikasi batu bara ini harus menjadi concern pemegang saham, karena sangat penting bagi ketahanan energi nasional,” kata Herry.

Herry menegaskan, impor Liquefied Natural Gas (LPG) sudah makin memberatkan anggaran pemerintah yang harus dialokasikan untuk subsidi LPG 3 kg. Pada 2024, pemerintah memperkirakan nilai subsidinya sekitar Rp85,6 triliun. Sedangkan untuk tahun 2025 sebesar Rp87,6 triliun atau 43% dari total subsidi energi.

“Sudah puluhan tahun Indonesia bergantung pada LPG impor untuk memenuhi kebutuhan domestik, dan sudah saatnya dimulai proses penghentiannya mengingat produksi gas alam Indonesia selalu surplus dibandingkan kebutuhan domestik,” tandasnya.

Proyek gasifikasi yang akan menjadi substitusi LPG itu sangat penting. Apalagi, dia menuturkan, ketersediaan batu bara Indonesia sangat besar. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, pada tahun 2023 saja produksi batu bara Indonesia sekitar 775 juta ton. Sementara, pemanfaatan dalam negeri hanya sekitar 27%, dan sisanya diekspor.

Dari sisi ekonomi, lanjut dia, proyek gasifikasi yang akan menyerap batu bara low rank ini menurutnya akan menjadi nilai tambah bagi PTBA. Produk awalnya yang berupa syngas bisa diolah menjadi sintetis natural gas (SNG) yang bisa dijual. Produk turunan berikutnya dari syngas adalah methanol yang juga bisa jadi komoditas ekspor. Dari methanol tersebut akan dihasilkan produk DME.

Baca Juga: LPG Diganti DME Batu Bara, Hemat Subsidi Rp7 Triliun

Sementara dari sisi fiskal, manfaat proyek ini menurutnya juga sangat jelas. Tidak hanya menurunkan beban anggaran dari subsidi untuk LPG, tetapi juga ada potensi penerimaan yang lebih besar dari proyek hilirisasi batu bara menjadi DME. Karena itu, Herry meyakini arahan pemegang saham dalam RUPS PTBA penting agar perusahaan segera merealisasikan proyek strategis tersebut.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Rekomendasi
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
Berita Terkini
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Infografis
Indonesia Ingin Gabung...
Indonesia Ingin Gabung Proyek Jet Tempur Generasi Ke-5 Turki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved