RI Krisis Batu Bara, Bagaimana Nasib Proyek Gasifikasi?
Rabu, 05 Januari 2022 - 11:00 WIB
loading...
Proyek gasifikasi batu bara tak terganggu dengan adanya krisis batu bara saat ini. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pengembangan proyek gasifikasi batu bara (coal to DME) antara PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam Tbk, dan Air Products & Chemical Inc terjadi di tengah krisis batu bara dan liquefied natural gas (LNG) di dalam negeri.
Baca juga: Tanggapi Perintah Jokowi Soal DMO Batu Bara, Kadin: Mutlak, Tidak Bisa Ditawar
Saat ini, proyek dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai USD2,1 miliar atau setara dengan Rp30,1 triliun itu masih dibahas antara pemerintah dengan pihak terkait.
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, memastikan kelangkaan batu bara dan LNG saat ini tidak berdampak pada proyek coal to DME. Dia menjelaskan, batu bara yang akan dipergunakan dalam gasifikasi adalah batu bara jenis low rank (rendah kalori) yang selama ini tidak dipergunakan untuk industri kelistrikan.
Justru, proyek gasifikasi akan memanfaatkan jenis batu bara yang selama ini tidak banyak dimanfaatkan atau dikonversi menjadi produk gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar atau bahan baku industri kimia.
"Proyeknya masih dalam tahap pembahasan antar-pihak dan pemerintah. Dan jenis batu bara yang akan dipergunakan oleh project gasifikasi adalah yang low rank yang selama ini tidak dipergunakan untuk industri kelistrikan. Jadi enggak ngaruh terhadap situasi saat ini," ujar Arya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (5/1/2022).
Baca juga: Tanggapi Perintah Jokowi Soal DMO Batu Bara, Kadin: Mutlak, Tidak Bisa Ditawar
Saat ini, proyek dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai USD2,1 miliar atau setara dengan Rp30,1 triliun itu masih dibahas antara pemerintah dengan pihak terkait.
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, memastikan kelangkaan batu bara dan LNG saat ini tidak berdampak pada proyek coal to DME. Dia menjelaskan, batu bara yang akan dipergunakan dalam gasifikasi adalah batu bara jenis low rank (rendah kalori) yang selama ini tidak dipergunakan untuk industri kelistrikan.
Justru, proyek gasifikasi akan memanfaatkan jenis batu bara yang selama ini tidak banyak dimanfaatkan atau dikonversi menjadi produk gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar atau bahan baku industri kimia.
"Proyeknya masih dalam tahap pembahasan antar-pihak dan pemerintah. Dan jenis batu bara yang akan dipergunakan oleh project gasifikasi adalah yang low rank yang selama ini tidak dipergunakan untuk industri kelistrikan. Jadi enggak ngaruh terhadap situasi saat ini," ujar Arya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (5/1/2022).
Lihat Juga :