Penjualan Tumbuh 5,25%, HBAT Siapkan Kebijakan Strategis Hadapi 2025
Kamis, 12 Juni 2025 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
Mengedepankan keseimbangan sumber pendapatan antara recurring income dan pendapatan dari pengembangan properti (development). Memastikan pembangunan yang sedang berlangsung berjalan dengan baik dan tepat waktu.
Pengelolaan arus kas atau cashflow yang sehat agar mampu menunjang operasional dan pengembangan usaha perseroan. Memastikan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar mampu menunjang operasional Perseroan.
Strategi ini merupakan kelanjutan dari kebijakan HBAT di tahun 2024, seperti efisiensi biaya produksi tanpa menurunkan kualitas bangunan, penguatan pemasaran konvensional dan digital, hingga peningkatan nilai tambah kawasan perumahan dengan fasilitas yang unggul dibandingkan kompetitor.
Laba bruto tercatat turun tipis 6,86% menjadi Rp17,64 miliar dibandingkan sepanjang 2023 sebesar Rp18,94 miliar. Beban pokok penjualan naik 17,68% menjadi Rp21,83 miliar dibandingkan akhir 2023 sebesar Rp18,55 miliar.
Baca Juga: Jaga Likuiditas, Kredit BNI Tumbuh 10,1% Jadi Rp765,47 Triliun di Kuartal I-2025
Pengelolaan arus kas atau cashflow yang sehat agar mampu menunjang operasional dan pengembangan usaha perseroan. Memastikan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar mampu menunjang operasional Perseroan.
Strategi ini merupakan kelanjutan dari kebijakan HBAT di tahun 2024, seperti efisiensi biaya produksi tanpa menurunkan kualitas bangunan, penguatan pemasaran konvensional dan digital, hingga peningkatan nilai tambah kawasan perumahan dengan fasilitas yang unggul dibandingkan kompetitor.
Peningkatan Kinerja
Sepanjang 2024, perseroan berhasil mengantongi kenaikan penjualan sebesar 5,25% menjadi Rp39,47 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp37,5 miliar. Laba komprehensif 2024 mencapai Rp8,47 miliar meskipun masih berada di bawah target penjualan sebesar Rp65,4 miliar atau setara dengan capaian 60,04% dari target tahunan.Laba bruto tercatat turun tipis 6,86% menjadi Rp17,64 miliar dibandingkan sepanjang 2023 sebesar Rp18,94 miliar. Beban pokok penjualan naik 17,68% menjadi Rp21,83 miliar dibandingkan akhir 2023 sebesar Rp18,55 miliar.
Baca Juga: Jaga Likuiditas, Kredit BNI Tumbuh 10,1% Jadi Rp765,47 Triliun di Kuartal I-2025
Lihat Juga :