Dolar AS Jatuh ke Level Terendah sejak 2022 Seiring Suramnya Prospek Ekonomi
Minggu, 15 Juni 2025 - 11:34 WIB
loading...
A
A
A
“Ancaman tarif yang diperbarui oleh Trump memicu kekhawatiran tentang ekonomi AS, yang berimbas pada peningkatan taruhan terhadap pelonggaran Fed,” kata Helen Given, seorang trader valuta asing di Monex Inc.
Ia juga menambahkan, bahwa indeks dolar bisa jatuh 5% hingga 6% lagi tahun ini. Paul Tudor Jones, pendiri hedge fund makro Tudor Investment Corp., mengatakan bahwa dolar mungkin turun 10% dalam setahun dari sekarang karena ia memperkirakan suku bunga jangka pendek akan dipotong “secara dramatis” pada tahun depan.
Sejauh ini di tahun 2025, dolar turun lebih dari 8% seiring para investor memperkirakan bahwa kebijakan perdagangan dan pajak Trump akan membebani ekonomi. Para strategis Wall Street telah memperingatkan bahwa dolar memiliki ruang lebih jauh untuk jatuh semakin dalam.
Pelemahan dolar AS sejalan dengan trader spekulatif yang dilacak oleh Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas yang memegang sekitar USD12,2 miliar yang memprediksi pelemahan dolar lebih lanjut.
Kekhawatiran tetap ada bahwa AS dapat mengalami lonjakan inflasi dan mulai tergelincir menuju resesi di tengah tarif tinggi Trump terhadap impor. Ini membuat para investor mempelajari data ekonomi yang masuk, terutama di pasar tenaga kerja, untuk menentukan arah suku bunga di AS.
Ia juga menambahkan, bahwa indeks dolar bisa jatuh 5% hingga 6% lagi tahun ini. Paul Tudor Jones, pendiri hedge fund makro Tudor Investment Corp., mengatakan bahwa dolar mungkin turun 10% dalam setahun dari sekarang karena ia memperkirakan suku bunga jangka pendek akan dipotong “secara dramatis” pada tahun depan.
Sejauh ini di tahun 2025, dolar turun lebih dari 8% seiring para investor memperkirakan bahwa kebijakan perdagangan dan pajak Trump akan membebani ekonomi. Para strategis Wall Street telah memperingatkan bahwa dolar memiliki ruang lebih jauh untuk jatuh semakin dalam.
Pelemahan dolar AS sejalan dengan trader spekulatif yang dilacak oleh Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas yang memegang sekitar USD12,2 miliar yang memprediksi pelemahan dolar lebih lanjut.
Kekhawatiran tetap ada bahwa AS dapat mengalami lonjakan inflasi dan mulai tergelincir menuju resesi di tengah tarif tinggi Trump terhadap impor. Ini membuat para investor mempelajari data ekonomi yang masuk, terutama di pasar tenaga kerja, untuk menentukan arah suku bunga di AS.
Lihat Juga :