Jangan Cuma Bantuan, Pemerintah Diminta Ciptakan Pasar bagi UMKM

Selasa, 08 September 2020 - 18:25 WIB
loading...
Jangan Cuma Bantuan,...
Pemerintah diminta tak hanya berkutat pada sisi suplai, namun juga memperhatikan sisi permintaan atau pasar bagi UMKM. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekonom senior Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Aviliani menilai bahwa bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hanya fokus pada sisi suplai. Sementara, sisi permintaan sama sekali tidak diciptakan oleh pemerintah.

(Baca Juga: Gimana Mau Bangkit? Anggaran Belanja UMKM Rp307 Triliun Baru Terserap 20%)

"Contohnya saja program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Yang penting kasih saja KUR, sementara UMKM tidak tahu demand-nya siapa," katanya dalam diskusi yang digelar secara virtual, Selasa (8/9/2020).

Untuk itu, ia meminta pemerintah sebaiknya fokus memperbaiki sisi permintaan. Caranya, membantu pelaku UMKM mencari pasar dan mendorong mereka ikut ke rantai pasok global. Selain itu, Aviliani juga mendorong pemerintah agar menjadi jembatan penghubung antara kebutuhan perusahaan besar dengan produksi dari UMKM. "Mereka (perusahaan besar) butuh apa, baru cari UMKM-nya," jelasnya.

Kerja sama antara perusahaan besar ini menurutnya sangat penting. Sebab, hal itu bisa membuat UMKM naik kelas. "Jika UMKM naik dan menjaga mutu mereka untuk bisa diterima di rantai pasok global," terangnya.

(Baca Juga: Duh! Mulai Banyak UMKM Jatuh Miskin Nggak Bisa Bayar Utang Bank)

Ia menambahkan, pemerintah juga harus mulai memprioritaskan produk UMKM lokal. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, misalnya, memberikan standarisasi pembelian barang-barang dari usaha dalam negeri. "Kalau pemerintah gunakan produksi lokal, pasti yang lain banyak mengikuti," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
DSC Transformasi Jadi...
DSC Transformasi Jadi Ekosistem Wirausaha, Siapkan Hibah Rp2,5 Miliar
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
Gencar Konsolidasi,...
Gencar Konsolidasi, Marselinus Minta Kader Perindo Palu Aktif Dampingi UMKM dan Peternak
Jay Singgih Dorong Pengusaha...
Jay Singgih Dorong Pengusaha Muda Papua Bersinergi Menuju Indonesia Emas 2045
Ekonomi Lesu, Welhelm...
Ekonomi Lesu, Welhelm Kurnala Perkuat UMKM Maluku lewat Dana Stimulan
Rekomendasi
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Jangan Coba-Coba, Ini...
Jangan Coba-Coba, Ini 3 Dampak Buruk Sleep Call Bagi Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved