Tak Lagi Relevan dengan Ekonomi Global, G7 Dijuluki sebagai Klub Mati

Kamis, 19 Juni 2025 - 13:26 WIB
loading...
Tak Lagi Relevan dengan...
Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, menyatakan bahwa sudah lama dan sangat jelas G7 adalah klub mati. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kelompok negara- negara maju yang tergabung dalam G7 disebut telah lama kehilangan relevansinya dan tidak dapat memberikan jawaban yang cukup terhadap tantangan global yang ada. Hal itu disampaikan oleh mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev.

Ia juga memberikan pujian terhadap sikap Presiden AS, Donald Trump yang memilih pergi lebih awal saat menghadiri pertemuan puncak G7 di Kanada. "Kerja Bagus!" tulis Medvedev dalam sebuah postingan di media sosial X (dulunya Twitter) pada hari Selasa, kemarin.

Postingan Medvedev merujuk pada tindakan presiden Amerika selama pertemuan G7. Trump "memarahi" anggota Eropa dari kelompok G7 "karena mengeluarkan Rusia , selain itu Ia (Trump) menolak untuk membahas sanksi, dan pergi," katanya.

Baca Juga: Inggris dan Trump Beda Arah Soal Sanksi Baru Rusia

Selama pertemuan tersebut, Trump menyatakan bahwa mengeluarkan Rusia dari kelompok yang saat itu disebut G8 adalah sebuah kesalahan. Ia berargumen bahwa kehadiran negara itu bisa membantu mencegah konflik Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
BPDP Dukung Penguatan...
BPDP Dukung Penguatan Kemitraan Sawit Indonesia dengan Rusia
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Hanya...
Febrie Adriansyah Hanya Dicekal 20 Hari, Menteri Imipas: Masih Sementara
Birdman Tayang di VISION+,...
Birdman Tayang di VISION+, Simak Sinopsis Film Drama Komedi Dibintangi Michael Keaton
Gelar Lari Bersama,...
Gelar Lari Bersama, PPI Tunisia dan Diasporun Gaungkan Hidup Sehat serta Cinta Tanah Air
Berita Terkini
INDEF: Wacana Layer...
INDEF: Wacana Layer Cukai Rokok Murah Berisiko Tekan Penerimaan Negara
8 Juta Sertifikat Tanah...
8 Juta Sertifikat Tanah Gratis Bakal Diterbitkan untuk MBR, Intip Tiga Kategorinya
Pemanfaatan Big Data...
Pemanfaatan Big Data Analytics di Perusahaan Reasuransi
IHSG Ditutup Bertahan...
IHSG Ditutup Bertahan di Level 6.039, Ada 439 Saham Menguat
LKPP 2025 Raih Opini...
LKPP 2025 Raih Opini WTP dengan Defisit Terkendali, Purbaya Selesaikan Temuan BPK
Hapus Pajak JHT, Presiden...
Hapus Pajak JHT, Presiden Buruh Klaim Kantongi Restu Dirut BPJS Ketenagakerjaan
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved