Tantangan Disinformasi Juga Dihadapi Dunia Usaha, Kolaborasi Sangat Dibutuhkan
Jum'at, 20 Juni 2025 - 13:32 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, kondisi yang demikian bisa membuat orang mudah mempercayai disinformasi, fitnah, dan kebencian yang beredar di ruang digital."Hal seperti ini tidak bisa dilawan oleh satu atau dua institusi saja.Ini harus dilawan bersama-sama, tapi harus dilawan oleh banyak orang dengan kesadaran yang sama," kata Hasan Nasbidalam diskusi di Jakarta.
Berdasarkan Global Risk Report 2025 World Economic Forum, sepuluh tahun ke depan informasi negatif berupa disinformasi, fitnah, dan kebencian akan menjadi salah satu masalah global yang berpotensi mengancam apabila tidak ditangani dengan baik.
Kejadian disinformasi, fitnah, dan kebencian dapat diatasi secara efektif dengan upaya bersama. VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menuturkan, upaya kolaborasi dalam menyebarkan informasi berperan penting setelah perusahaan memberikan respons yang tepat dengan menyebarkan fakta-fakta untuk menghadapi disinformasi .
Dirinya menceritakan, pengalamannya menangani disinformasi setelah kasus pengoplosan bahan bakar minyak jenis Pertamax yang melibatkan anak perusahaan PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga.Pertamina ketika itu bisa segera menekan peredaran disinformasi yang tidak berhubungan dengan perkara berkat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan media massa.
Baca Juga: Unjuk Rasa di Era Disinformasi
Berdasarkan Global Risk Report 2025 World Economic Forum, sepuluh tahun ke depan informasi negatif berupa disinformasi, fitnah, dan kebencian akan menjadi salah satu masalah global yang berpotensi mengancam apabila tidak ditangani dengan baik.
Kejadian disinformasi, fitnah, dan kebencian dapat diatasi secara efektif dengan upaya bersama. VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menuturkan, upaya kolaborasi dalam menyebarkan informasi berperan penting setelah perusahaan memberikan respons yang tepat dengan menyebarkan fakta-fakta untuk menghadapi disinformasi .
Dirinya menceritakan, pengalamannya menangani disinformasi setelah kasus pengoplosan bahan bakar minyak jenis Pertamax yang melibatkan anak perusahaan PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga.Pertamina ketika itu bisa segera menekan peredaran disinformasi yang tidak berhubungan dengan perkara berkat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan media massa.
Baca Juga: Unjuk Rasa di Era Disinformasi
Lihat Juga :