Harga Minyak Naik Hampir 3% Dihantam Konflik Israel-Iran, Bagaimana Respons AS?

Jum'at, 20 Juni 2025 - 16:17 WIB
loading...
Harga Minyak Naik Hampir...
Harga minyak mentah melonjak hampir 3% ketika perang antara Israel dan Iran yang sudah berlangsung selama seminggu, terus memicu ketidakpastian yang kini dibayangi keterlibatan AS. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Harga minyak mentah melonjak hampir 3% ketika perang Israel dan Iran yang sudah berlangsung selama seminggu, terus memicu ketidakpastian. Kemungkinan keterlibatan AS (Amerika Serikat) membuat para investor khawatir, dampaknya dari perang bakal semakin luas.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup naik USD2,15, atau 2,8% menjadi USD78,85 per barel, untuk mencetak penutupan tertinggi sejak 22 Januari. Sementara untuk minyak mentah U.S. West Texas Intermediate di bulan Juli naik USD2,06, atau 2,7% menjadi USD77,20/barel.

Israel terus melakukan pemboman secara intens terhadap program nuklir Iran yang menjadi target. Iran tidak tinggal diam yang membalas dengan menembakkan rudal dan drone.

Baca Juga: Selat Hormuz Terancam Ditutup, Harga Minyak Bakal Sentuh USD300 per Barel

Tidak ada tanda-tanda perang bakal mereda, ketika Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, bahwa 'tirani' Teheran akan membayar dengan 'harga penuh', sedangkan Iran memperingatkan tentang 'pihak ketiga' yang bergabung dalam serangan.

Sementara itu Gedung Putih mengatakan pada hari Kamis, bahwa Presiden Donald Trump belum memutuskan apakah AS akan terlibat dalam konflik Israel-Iran, hal ini baru akan ditentukan dalam dua minggu ke depan. Prospek itu membuat harga minyak mentah terus naik, kata Rory Johnston, analis dan pendiri buletin Commodity Context.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
Lebih dari 2 Juta Pelayat...
Lebih dari 2 Juta Pelayat Hadiri Prosesi Pemakaman Khamenei di Najaf Irak
Rekomendasi
BPOM di Surabaya Percepat...
BPOM di Surabaya Percepat Izin Edar Produk Nasional Lewat One Stop Services
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 17: Mila Kembali Menempati Rumahnya Bersama Adit, Elin dan Hasna Berusaha Membangkitkan Semangatnya
Berita Terkini
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved