Harga Minyak Naik Hampir 3% Dihantam Konflik Israel-Iran, Bagaimana Respons AS?
Jum'at, 20 Juni 2025 - 16:17 WIB
loading...
A
A
A
"Saya pikir (konflik) ini mengeluarkan minyak dari keadaan santainya. Saya akan berargumen bahwa pasar telah meremehkan risiko geopolitik," kata Flynn.
Baca Juga: Bagaimana Perang Israel-Iran Mempengaruhi Harga Energi, Begini Penjelasannya
Namun DBRS Morningstar mengatakan, dalam sebuah catatannya bahwa mereka memperkirakan lonjakan harga minyak yang tiba-tiba hanya bersifat sementara. Lonjakan tinggi harga minyak akan memperburuk hambatan terkait tarif terhadap ekonomi global dan permintaan minyak, jadi selama konflik mereda, premi perang akan menyusut dan harga akan berfluktuasi lebih rendah, kata DBRS.
Petinggi minyak teratas Rusia mengutarakan, bahwa produsen minyak OPEC+ harus melanjutkan rencana untuk meningkatkan produksinya. Dimana adanya permintaan yang meningkat di musim panas.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan, dalam sebuah forum ekonomi di St. Petersburg bahwa OPEC+ harus melaksanakan rencananya dengan tenang dan tidak menakut-nakuti pasar dengan ramalan.
Baca Juga: Bagaimana Perang Israel-Iran Mempengaruhi Harga Energi, Begini Penjelasannya
Namun DBRS Morningstar mengatakan, dalam sebuah catatannya bahwa mereka memperkirakan lonjakan harga minyak yang tiba-tiba hanya bersifat sementara. Lonjakan tinggi harga minyak akan memperburuk hambatan terkait tarif terhadap ekonomi global dan permintaan minyak, jadi selama konflik mereda, premi perang akan menyusut dan harga akan berfluktuasi lebih rendah, kata DBRS.
Petinggi minyak teratas Rusia mengutarakan, bahwa produsen minyak OPEC+ harus melanjutkan rencana untuk meningkatkan produksinya. Dimana adanya permintaan yang meningkat di musim panas.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan, dalam sebuah forum ekonomi di St. Petersburg bahwa OPEC+ harus melaksanakan rencananya dengan tenang dan tidak menakut-nakuti pasar dengan ramalan.
(akr)
Lihat Juga :