Sebar Dividen Rp67 Miliar, Intip Kunci Keberhasilan INPP di Pasar Properti
Jum'at, 20 Juni 2025 - 14:05 WIB
loading...
PT Indonesian Paradise Property (INPP) membagikan dividen tunai yang mencerminkan fundamental keuangan yang solid kokoh sebagai emiten properti. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Indonesian Paradise Property (INPP) membagikan dividen tunai yang mencerminkan fundamental keuangan yang solid kokoh sebagai emiten properti . Total dividen yang dibagikan mencapai Rp67 miliar, setara dengan Rp6 per lembar saham yang berasal dari laba bersih tahun buku 2024.
“Kami merupakan emiten dengan porsi recurring income terbesar mencapai 82 persen dibandingkan perusahaan lain yang hanya 20-30 persen. Porsi recurring ini akan kami maintenance di 70-80 persen dan ini yang menjadi penopang pengembangan bisnis kami dengan strategi capital recycling,” ujar Presiden Direktur-CEO PT Indonesian Paradise Property (INPP), Anthony Prabowo Susilo.
Dengan konsep 4 M: mixed use development, mid-scale development, middle up market, dan major cities, strategi ini menjadi kunci keberhasilan INPP di pasar properti . “Mal kami nggak ada anchor tenant, semuanya berupa ritel-ritel kecil tapi memiliki pangsa pasar kuat,” paparnya.
Baca Juga: Terbitkan Obligasi, Paradise Indonesia INPP Lebih Leluasa Ekspansi di 2025
Keberhasilan di awal tahun ini akan menjadi dasar yang kuat untuk memulai kinerja positif keseluruhan Paradise Indonesia di tahun 2025. Paradise Indonesia juga telah meresmikan secara keseluruhan hunian Antasari Place Tower I termasuk fasilitas serviced apartment dan retail pada semester pertama tahun ini.
“Setelah beroperasi penuh, proyek ini diharapkan dapat mendorong kinerja perusahaan menjadi lebih tinggi. Selain itu proyek ekstension 23 Paskal Bandung juga telah dibuka,” ungkapnya.
Kinerja Positif di Kuartal I 2025
Kinerja perusahaan menunjukkan tren positif pada kuartal I 2025 dengan pendapatan dan laba bersih kompak mengalami kenaikan. Pendapatan perseroan tumbuh menjadi Rp286,4 miliar, naik 9,% dari periode yang sama tahun lalu.
“Kinerja tersebut didorong oleh kontribusi besar dari segmen perhotelan dan komersial terhadap total pendapatan perusahaan,” terang Chief Financial Officer-Direktur INPP, Surina.
Segmen perhotelan mencatatkan pendapatan Rp130 miliar atau naik 15,5% (YoY), kemudian pendapatan segmen komersial Rp131,6 miliar, naik 9,8% (YoY).
Pertumbuhan pada kedua segmen ini turut mendongkrak kenaikan pendapatan berulang (recurring income) Paradise Indonesia. Sampai dengan kuartal I tahun ini, pendapatan berulangnya naik 12,6% secara tahunan.
Sejalan dengan peningkatan pendapatan, beban pokok perseroan juga tumbuh menjadi Rp98,99 miliar. Dengan demikian, laba bruto perseroan menjadi Rp187,40 miliar.
Sementara itu, laba bersih melesat signifikan hingga 185,5% (YoY), menjadi Rp382,4 miliar. Kenaikan laba bersih yang signifikan juga dipengaruhi oleh keuntungan investasi yang dilakukan Paradise Indonesia pada entitas asosiasi (penjualan investasi saham) sebesar Rp515,3 miliar.
Sejak tahun 2022 secara pendapatan telah naik dibandingkan situasi saat pandemi, 2023-2024 terus improving dengan penambahan unit usaha baru. Recurring revenue tumbuh yang diraih dari seluruh proyek kami dalam pengembangan mixed use, jadi kenaikan recurring revenue itu support dari mixed use.
Baca Juga: Perpindahan Ibu Kota Tak Pengaruhi Pasar Properti Jabodetabek
Dari tiga segmen yang digarap: hotel, komersial, residensial tahun ini akan fokus untuk penyelesaian ritel dan komersial. Porsi penggunaan capex 56% untuk ritel, 36% residensial, sisanya untuk hotel. Pendapatan recuring porsinya 42% ritel dan 48% hotel.
“Kami merupakan emiten dengan porsi recurring income terbesar mencapai 82 persen dibandingkan perusahaan lain yang hanya 20-30 persen. Porsi recurring ini akan kami maintenance di 70-80 persen dan ini yang menjadi penopang pengembangan bisnis kami dengan strategi capital recycling,” ujar Presiden Direktur-CEO PT Indonesian Paradise Property (INPP), Anthony Prabowo Susilo.
Dengan konsep 4 M: mixed use development, mid-scale development, middle up market, dan major cities, strategi ini menjadi kunci keberhasilan INPP di pasar properti . “Mal kami nggak ada anchor tenant, semuanya berupa ritel-ritel kecil tapi memiliki pangsa pasar kuat,” paparnya.
Baca Juga: Terbitkan Obligasi, Paradise Indonesia INPP Lebih Leluasa Ekspansi di 2025
Keberhasilan di awal tahun ini akan menjadi dasar yang kuat untuk memulai kinerja positif keseluruhan Paradise Indonesia di tahun 2025. Paradise Indonesia juga telah meresmikan secara keseluruhan hunian Antasari Place Tower I termasuk fasilitas serviced apartment dan retail pada semester pertama tahun ini.
“Setelah beroperasi penuh, proyek ini diharapkan dapat mendorong kinerja perusahaan menjadi lebih tinggi. Selain itu proyek ekstension 23 Paskal Bandung juga telah dibuka,” ungkapnya.
Kinerja Positif di Kuartal I 2025
Kinerja perusahaan menunjukkan tren positif pada kuartal I 2025 dengan pendapatan dan laba bersih kompak mengalami kenaikan. Pendapatan perseroan tumbuh menjadi Rp286,4 miliar, naik 9,% dari periode yang sama tahun lalu.
“Kinerja tersebut didorong oleh kontribusi besar dari segmen perhotelan dan komersial terhadap total pendapatan perusahaan,” terang Chief Financial Officer-Direktur INPP, Surina.
Segmen perhotelan mencatatkan pendapatan Rp130 miliar atau naik 15,5% (YoY), kemudian pendapatan segmen komersial Rp131,6 miliar, naik 9,8% (YoY).
Pertumbuhan pada kedua segmen ini turut mendongkrak kenaikan pendapatan berulang (recurring income) Paradise Indonesia. Sampai dengan kuartal I tahun ini, pendapatan berulangnya naik 12,6% secara tahunan.
Sejalan dengan peningkatan pendapatan, beban pokok perseroan juga tumbuh menjadi Rp98,99 miliar. Dengan demikian, laba bruto perseroan menjadi Rp187,40 miliar.
Sementara itu, laba bersih melesat signifikan hingga 185,5% (YoY), menjadi Rp382,4 miliar. Kenaikan laba bersih yang signifikan juga dipengaruhi oleh keuntungan investasi yang dilakukan Paradise Indonesia pada entitas asosiasi (penjualan investasi saham) sebesar Rp515,3 miliar.
Sejak tahun 2022 secara pendapatan telah naik dibandingkan situasi saat pandemi, 2023-2024 terus improving dengan penambahan unit usaha baru. Recurring revenue tumbuh yang diraih dari seluruh proyek kami dalam pengembangan mixed use, jadi kenaikan recurring revenue itu support dari mixed use.
Baca Juga: Perpindahan Ibu Kota Tak Pengaruhi Pasar Properti Jabodetabek
Dari tiga segmen yang digarap: hotel, komersial, residensial tahun ini akan fokus untuk penyelesaian ritel dan komersial. Porsi penggunaan capex 56% untuk ritel, 36% residensial, sisanya untuk hotel. Pendapatan recuring porsinya 42% ritel dan 48% hotel.
(akr)
Lihat Juga :