2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung, Petani Sebut Kabut Hitam Ekonomi

Jum'at, 20 Juni 2025 - 23:03 WIB
loading...
A A A
"Data tersebut sangat jelas nyata bahwa masalah utama yang dihadapi pelaku industri kretek nasional adalah maraknya peredaran rokok ilegal. Pemerintah tidak bisa melindungi keberlanjutan produksi rokok legal," cetus Agus Parmuji.

Masalah krusial lain yang mengganggu kelangsungan industri kretek adalah tingginya tarif cukai yang eksesif. Menurut Agus Parmuji, tarif cukai eksesif akan berdampak langsung pada volume produksi batang rokok, lesunya daya beli rokok legal. Yang terjadi adalah setopnya pembelian tembakau oleh beberapa pabrik rokok besar dan menengah.

"Yang mesti diwaspadai adalah tsunami PHK besar-besaran sehingga akan menambah jumlah angka pengangguran dan kemiskinan baru. Ini semakin membuat kondisi ekonomi nasional makin tidak baik-baik saja. Apakah pemerintah dapat menyediakan pekerjaan baru?" tanyanya.

Dikatakan juga olehnya, tumbangnya industri kretek besar di negara sendiri bisa menjadi cermin pemerintah pusat untuk mengkaji ulang kebijakan tembakau yang selama ini eksesif. Hampir sepuluh tahun petani tembakau, budidaya tembakau dan industri tembakau nasional belum pernah ada kebijakan yang menyejukan atau melindungi keberlangsungannya.

"Negara harus menyadari betapa pentingnya perekonomian kerakyataan yang bergantung pada sektor industri hasil tembakau nasional," ujarnya.

Agus Parmuji yang juga Ketua Forum Pertembakauan Temanggung itu memperidiksi ketika tidak ada kajian ulang tentang kebijakan pertembakuan nasional dan pemerintah pusat tetap menjalankan misinya untuk memerangi IHT nasional, maka ke depan dipastikan bukan hanya PT. Gudang Garam yang akan tumbang.

"Itu akan diikuti industri tembakau besar dan menengah lainnya. Hal ini akan menjadi sebuah kerugian bagi negara kita sendiri. Jangan sampai ke depan nanti anak cucu kita hanya bisa mendengarkan cerita bahwa di Indonesia pernah ada ekonomi kuat pertanian tembakau dan mempunyai petani tembakau terbaik di dunia. Kelak itu akan menjadi dongeng," ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Cukai Hasil Tembakau...
Cukai Hasil Tembakau Tidak Naik Tahun Depan Disambut Pelaku Usaha IHT
Aturan Turunan PP 28/2024...
Aturan Turunan PP 28/2024 Dinilai Berpotensi Lumpuhkan Sektor Tembakau
Lindungi 6 Juta Pekerja,...
Lindungi 6 Juta Pekerja, Pengusaha Rokok Tagih Kepastian Tarif Cukai
Wacana Tambah Layer...
Wacana Tambah Layer Cukai Rokok Dinilai Tanpa Kajian, Awas Jadi Bumerang
Larangan Bahan Tambahan...
Larangan Bahan Tambahan Rokok Dinilai Tekan Industri Kretek, Bisa Picu PHK Massal
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Rekomendasi
YouTuber Korea Korban...
YouTuber Korea Korban Rasis Dapat Undangan Istimewa FIFA
Puluhan Siswa SMAN 48...
Puluhan Siswa SMAN 48 Ikuti Pelatihan Pemantauan Cuaca Jakarta
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Berita Terkini
IHSG Berakhir di Zona...
IHSG Berakhir di Zona Merah Sentuh 6.172, Transaksi Bursa Cetak Rp17,8 Triliun
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Infografis
Lubang Raksasa ke 2...
Lubang Raksasa ke 2 di Muncul di Atmosfer Matahari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved