Pabrik Pertama PepsiCo Indonesia Produksi Camilan Ikonik, Nilai Investasi Rp3,3 T

Selasa, 24 Juni 2025 - 14:35 WIB
loading...
Pabrik Pertama PepsiCo...
Peluncuran resmi pabrik makanan ringan ini menandai estimasi kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan total perkiraan nilai investasi Rp3.3 triliun. Foto/Dok
A A A
CIKARANG - PT PepsiCo Indonesia Food and Beverages ( PepsiCo Indonesia ) telah mengambil bagian dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan menguatkan posisinya di pasar lokal, membangun pabrik pertamanya di Cikarang, Jawa Barat. Produsen pabrik camilan ini juga dilengkapi dengan teknologi terbaru dan didesain dengan mempromosikan keberlanjutan lingkungan dalam operasinya.

Investasi PepsiCo Indonesia juga diharapkan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dengan membuka peluang kerja, menggunakan bahan baku, serta memberdayakan pengembangan petani dan komunitas sekitarnya.

Lewat pabrik nya, PepsiCo Indonesia memproduksi merek camilan ikoniknya secara lokal, yaitu Cheetos, Lay’s, dan Doritos, menggunakan bahan baku lokal dari Indonesia seperti jagung, minyak, dan bumbu – bumbu. Capaian ini menunjukan komitmen PepsiCo untuk menyediakan makanan ringan yang enak, berkualitas tinggi, dan cocok dengan selera lokal.

Baca Juga: Ridwan Kamil Sebut Pabrik Pepsico Bakal Hasilkan Ribuan Lapangan Kerja

Varian produk PepsiCo di Indonesia dibuat selaras dengan selera lidah Indonesia, mulai dari kombinasi rasa pedas manis, dan kombinasi asin dengan umami. Variasi rasa unik tersebut termasuk Cheetos jagung bakar dengan rasa keju, Lay’s saus pedas dan manis, dan Doritos rasa sambal salsa, yang semua variannya hanya ada di Indonesia.

Produk-produk ini dibuat tanpa pewarna buatan dan menggunakan takaran sodium yang sejalan dengan rekomendasi WHO untuk kripik kentang. Peluncuran merek makanan ringan ini tentunya akan menciptakan momen berkesan dan seru.

Cheetos telah membawa Kembali rasa kejunya yang akan menemani Anda menikmati momen seru dan jahil. Lay’s menghadirkan Lay’s Wavy yang baru, dibuat dengan kentang pilihan dan berkualitas, yang memberikan rasa dan tekstur baru melalui bentuk potongan gelombang dan kenikmatan yang unik untuk dibagikan dalam momen kebersamaan. Bentuk segitiga kripik tortilla, Doritos, juga akan membawa rasa-rasa mengesankan yang buatmu menjadi #RealBold.

Sejalan dengan kolaborasi dengan industri pertanian, PepsiCo Indonesia juga berkolaborasi dengan mitra-mitra dan kelompok petani lokal untuk membantu membangun pertanian kentang industri dan praktik pertanian jagung di Indonesia lewat beragam inisiatif dalam pertanian berkelanjutan.

Guna membantu penguatan keahlian petani-petani Indonesia, tim agronomis PepsiCo menyediakan dukungan teknis dan pelatihan yang didesain untuk membantu meningkatkan praktik pertanian yang efisien dan berkelanjutan, termasuk metode penanaman, penggunaan benih dan pupuk yang tepat, pertanian berbasis iklim, dan pengelolaan air.

Saat ini PepsiCo secara aktif mengembangkan pertanian kentang industri di Indonesia melalui kerjasamanya dengan mitra dan petani di Jawa Barat dan mendukung komunitas petani jagung di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Melalui program pengembangan petani, PepsiCo berharap untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan, meningkatkan produksi dan efisiensi produksi pangan, memperbaiki kesejahteraan petani, dan membantu memastikan ketersediaan bahan baku berkualitas tinggi untuk produk Cheetos, Lay’s, dan Doritos.

Peluncuran pabrik pertama PepsiCo Indonesia juga dihadiri oleh sejumlah figur pemimpin, termasuk Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza, dan CEO PepsiCo Indonesia, Asif Mobin. Acara peluncuran pabrik pertama PepsiCo ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang Yuliono.

Direktur Pengawasan Produksi Pangan Olahan, Badan POM, Sondang Widya Estikasari; Direktur Perbenihan Hortikultura, Kementerian Pertanian, Inti Pertiwi Nashwari; Direktur Wilayah III, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Abdul Qodir; Direktur Bina Kelembagaan Pelatihan Vokasi, Kementerian Ketenagakerjaan, Andri Sulisa; Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ningning Hendasah; serta Ketua Umum GAPMMI, Adhi S. Lukman.

Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza menyatakan, dalam acara peluncuran, mengapresiasi langkah PT PepsiCo Indonesia yang telah membangun pabrik pertama di Kawasan Industri Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang-Jawa Barat dengan nilai investasi sebesar Rp 3,3 triliun dan telah berproduksi sejak 13 Januari 2025.

"Selain itu, kami juga mengapresiasi langkah perusahaan yang mengutamakan penyediaan bahan baku dan bahan penolong lokal yang bekerja sama dengan 200 petani kentang dan 200 petani jagung di Jawa Barat dan Jawa Tengah," ujar Faisol Riza.

Selain itu, Ia juga berharap investasi PepsiCo Indonesia dapat memperkuat kontribusinya dalam menciptakan lapangan pekerjaan serta meningkatkan kemitraan dengan petani lokal guna peningkatan taraf hidup masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam acara, CEO PepsiCo Indonesia, Asif Mobin menjelaskan, Indonesia memainkan peran penting dalam rencana pertumbuhan jangka panjang PepsiCo untuk Asia Pacific – didorong oleh permintaan konsumen yang dinamis dan visi nasional untuk pengembangan industri. Fasilitas baru ini akan semakin mendekatkan pada konsumen Indonesia.

Dibangun di lahan seluas 60,000 ribu meter persegi, pabrik PepsiCo Indonesia memproduksi produk makanan ringan kami yang paling disukai konsumen dengan menggunakan bahan baku lokal.

"Kami bangga untuk berkontribusi terhadap upaya pemerintah dalam menguatkan industri domestik, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung komunitas petani lokal. Investasi ini memperlihatkan bagaimana masa depan kami di Indonesia – mendukung perekonomian lokal, menyelaraskan dengan prioritas nasional, dan berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Asif Mobin juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada sejumlah pemangku kepentingan, perwakilan Pemerintah Indonesia yang memungkinkan pabrik PepsiCo Indonesia dapat beroperasi tepat waktu, termasuk Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, serta pemerintah setempat.

PepsiCo Indonesia secara konsisten fokus pada upaya keberlanjutan melalui strategi PepsiCo Positive (pep+) yang memasukan keberlanjutan di dalam operasionalnya – mulai dari produksi, pengemasan, hingga distribusi.

Pabrik baru PepsiCo Indonesia ini sepenuhnya memanfaatkan energi listrik terbarukan, mengelola sumber air secara berkelanjutan, serta komitmen untuk mengumpulkan dan mendaur ulang kemasan paska konsumsi. Sebagai bagian dari peta jalan jangka panjang, PepsiCo juga bersiap untuk bergeser ke sumber energi terbarukan lainnya, contohnya melalui penggunaan bioenergi.

Baca Juga: Indofood CBP Borong 49 Persen Saham Pepsico di IFL

Director of Government Affairs and Communications PepsiCo Indonesia, Gabrielle Angriani Johny menambahkan, “Kami berupaya agar keberadaan kami dapat memberikan dampak positif bagi komunitas sekitar serta membantu meningkatkan taraf hidup petani Indonesia. PepsiCo Indonesia akan terus melanjutkan beragam program pemberdayaan komunitas khususnya di kawasan Jawa Barat, berfokus pada inisiatif edukasi dan literasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan ekonomi lokal, hingga pelatihan petani dan komunitas masyarakat.”

Perusahaan telah merenovasi fasilitas edukasi dan melakukan program literasi di sekolah dasar di Cikarang Pusat, serta mendukung restorasi ekologis dan program reforestrasi di wilayah Gunung Gede, Jawa Barat.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
PT BEST Investasi USD...
PT BEST Investasi USD 10 Juta, PT BEST Bangun Pabrik AC dan Mesin Cuci di Tangerang
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Rekomendasi
Pengumuman Hasil Seleksi...
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dirilis, Cek Akun SSCASN!
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
Sederet Publik Figur...
Sederet Publik Figur Ungkap Kekecewaan soal Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Perkuat...
Pupuk Kaltim Perkuat Komitmen Bangun Ekonomi Inklusif
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Transformasi Digital...
Transformasi Digital Kepabeanan, 1.600 Pengguna Jasa Ikuti Sosialisasi Dokap Online Bea Cukai Priok
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.640 Pagi Ini
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Emisi Global Meningkat,...
Emisi Global Meningkat, Pembiayaan Iklim Justru Seret
Infografis
Indonesia Tolak Usulan...
Indonesia Tolak Usulan Investasi Apple Rp1,58 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved