Transformasi Industri Pupuk dan Petrokimia Menuju Proses Lebih Hijau dan Rendah Emisi
Rabu, 25 Juni 2025 - 21:31 WIB
loading...
A
A
A
Peran besar Pupuk Kaltim dalam kerja sama ini sangat signifikan. Sebagai salah satu produsen pupuk terbesar di Asia Tenggara, perusahaan menghasilkan CO2 dari proses produksi amonia dan urea dalam jumlah yang standar dan andal.
Selama ini sebagian besar CO2 tersebut dianggap sebagai emisi proses. Namun melalui inisiatif ini, CO2 akan diolah kembali menjadi bahan baku bernilai bagi sektor energi, khususnya dalam proses konversi ke metanol oleh KMI.
Inisiatif ini mengubah paradigma lama, dari emisi yang dilepas begitu saja, kini CO2 berkontribusi langsung pada penciptaan energi baru yang lebih bersih. Ini adalah bukti nyata upaya industri menjadi bagian dari solusi iklim global.
CO2 yang dimurnikan tidak hanya mengurangi emisi ke atmosfer, tetapi juga dapat dimanfaatkan ulang sebagai bahan bakar sintetis atau metanol berbasis karbon, mendukung efisiensi energi dan pengurangan dampak gas rumah kaca.
Sementara itu Direktur Utama KIE, Muhammad Erriza menyampaikan, kerja sama ini untuk memperkuat sinergi dan mempercepat transisi energi. Muhammad Erriza percaya bahwa kerja sama antara KIE dan KMI akan menjadi langkah awal yang strategis dan saling menguntungkan.
"Tidak hanya memperkuat sinergi antar perusahaan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata kita terhadap agenda nasional dan global dalam pengurangan emisi dan percepatan transisi energi,” jelasnya.
Direktur Utama KMI, Futhosi Urai mengungkap, bahwa penambahan suplai CO2 melalui kerja sama ini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan efisiensi dan kapasitas produksi metanol KMI. Dengan adanya tambahan pasokan karbon dioksida ini, dapat mengoptimalkan dan meningkatkan kapasitas produksi metanol.
Selama ini sebagian besar CO2 tersebut dianggap sebagai emisi proses. Namun melalui inisiatif ini, CO2 akan diolah kembali menjadi bahan baku bernilai bagi sektor energi, khususnya dalam proses konversi ke metanol oleh KMI.
Inisiatif ini mengubah paradigma lama, dari emisi yang dilepas begitu saja, kini CO2 berkontribusi langsung pada penciptaan energi baru yang lebih bersih. Ini adalah bukti nyata upaya industri menjadi bagian dari solusi iklim global.
CO2 yang dimurnikan tidak hanya mengurangi emisi ke atmosfer, tetapi juga dapat dimanfaatkan ulang sebagai bahan bakar sintetis atau metanol berbasis karbon, mendukung efisiensi energi dan pengurangan dampak gas rumah kaca.
Sementara itu Direktur Utama KIE, Muhammad Erriza menyampaikan, kerja sama ini untuk memperkuat sinergi dan mempercepat transisi energi. Muhammad Erriza percaya bahwa kerja sama antara KIE dan KMI akan menjadi langkah awal yang strategis dan saling menguntungkan.
"Tidak hanya memperkuat sinergi antar perusahaan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata kita terhadap agenda nasional dan global dalam pengurangan emisi dan percepatan transisi energi,” jelasnya.
Direktur Utama KMI, Futhosi Urai mengungkap, bahwa penambahan suplai CO2 melalui kerja sama ini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan efisiensi dan kapasitas produksi metanol KMI. Dengan adanya tambahan pasokan karbon dioksida ini, dapat mengoptimalkan dan meningkatkan kapasitas produksi metanol.
Lihat Juga :