KTT BRICS 2025 Siap Ubah Peta Ekonomi Global, Dolar AS Makin Terancam
Sabtu, 28 Juni 2025 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu topik paling menonjol dalam KTT kali ini adalah dedolarisasi, yakni upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam perdagangan antarnegara anggota. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menyebut bahwa penggunaan mata uang nasional kini mencapai lebih dari 65% dalam transaksi BRICS.
"Pangsa dolar telah turun menjadi sepertiga. Ini menunjukkan keberhasilan diversifikasi sistem pembayaran dan peningkatan kedaulatan ekonomi," ujar Lavrov.
Perubahan ini berdampak signifikan pada lebih dari 50 negara mitra BRICS yang kini mulai mengadopsi yuan, rupee, dan rubel dalam perdagangan minyak, pertahanan, dan sektor lainnya. Sebagai contoh, perdagangan bilateral antara India dan Rusia meningkat drastis dari USD 13 miliar pada 2021–2022 menjadi USD 27 miliar pada 2022.
Baca Juga: Memanas Lagi, Menhan Israel Instruksikan Militer Siapkan Rencana Aksi Melawan Iran
Selain isu perdagangan, BRICS juga menggagas tata kelola kecerdasan buatan yang inklusif dan etis. Negara-negara anggota mendorong pembentukan kerangka kerja regulatif yang tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga melindungi kepentingan publik dan mencegah dominasi teknologi oleh negara atau perusahaan tertentu.
"Pangsa dolar telah turun menjadi sepertiga. Ini menunjukkan keberhasilan diversifikasi sistem pembayaran dan peningkatan kedaulatan ekonomi," ujar Lavrov.
Perubahan ini berdampak signifikan pada lebih dari 50 negara mitra BRICS yang kini mulai mengadopsi yuan, rupee, dan rubel dalam perdagangan minyak, pertahanan, dan sektor lainnya. Sebagai contoh, perdagangan bilateral antara India dan Rusia meningkat drastis dari USD 13 miliar pada 2021–2022 menjadi USD 27 miliar pada 2022.
Baca Juga: Memanas Lagi, Menhan Israel Instruksikan Militer Siapkan Rencana Aksi Melawan Iran
Selain isu perdagangan, BRICS juga menggagas tata kelola kecerdasan buatan yang inklusif dan etis. Negara-negara anggota mendorong pembentukan kerangka kerja regulatif yang tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga melindungi kepentingan publik dan mencegah dominasi teknologi oleh negara atau perusahaan tertentu.
Lihat Juga :