Minyak Iran Mengalir Deras ke China, Cetak Rekor Tertinggi 1,8 Juta Barel per Hari

Senin, 30 Juni 2025 - 08:56 WIB
loading...
Minyak Iran Mengalir...
Sebuah foto udara menunjukkan sebuah kapal tanker minyak mentah di sebuah terminal minyak di lepas pantai pulau Waidiao di Zhoushan, provinsi Zhejiang, China, 4 Januari 2023. FOTO/China Daily via Reuters
A A A
JAKARTA - Impor minyak mentah China dari Iran pada Juni 2025 mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah hubungan perdagangan kedua negara. Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan dari kilang independen China dan percepatan pengiriman minyak Iran sejak Mei lalu.

Menurut data perusahaan pelacakan tanker Vortexa, rata-rata impor minyak Iran oleh China mencapai 1,8 juta barel per hari (bph) pada periode 1 hingga 20 Juni 2025. Data Kpler menunjukkan rata-rata impor sepanjang 1 hingga 27 Juni mencapai 1,46 juta bph, naik hampir 500.000 bph dibandingkan Mei.

Baca Juga: Berani Lawan Israel, Mengapa Ekonomi Iran Tetap Tangguh Meski Puluhan Tahun Diembargo AS?

Peningkatan ini didorong oleh tingginya pemuatan minyak mentah Iran pada Mei, yang mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Biasanya, butuh waktu sekitar satu bulan bagi minyak Iran untuk tiba di pelabuhan China sejak pemuatan di Iran.

Kilang independen China, yang dikenal sebagai "teapot", menjadi pembeli utama minyak Iran berkat harga yang lebih murah dan kebutuhan untuk mengisi kembali persediaan menjelang musim puncak permintaan musim panas. Harga minyak global yang lebih rendah pada April dan Mei juga mendorong China untuk memperbesar stok minyak mentah.

Selain faktor harga, lonjakan ekspor minyak Iran juga terjadi setelah serangan Israel ke wilayah Iran pada awal Juni. Dalam seminggu setelah serangan tersebut, ekspor harian Iran melonjak hingga 44 persen, menunjukkan upaya Teheran untuk mengirimkan minyak sebanyak mungkin di tengah ketegangan kawasan.

Dikutip dari Oilprice.com, tren impor tinggi minyak Iran oleh China diproyeksikan akan berlanjut dalam beberapa minggu mendatang. Hal ini didukung oleh sinyal dari Pemerintah AS yang cenderung lebih lunak terhadap pembelian minyak Iran oleh China.

Baca Juga: Perang dengan Iran Mereda, Israel Gantian Diserang Rudal Houthi

Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan, China kini dapat terus membeli minyak dari Iran dan berharap China juga meningkatkan pembelian minyak dari Amerika Serikat. Pernyataan ini menandai perubahan dari kebijakan "tekanan maksimum" yang sebelumnya diterapkan untuk menekan ekspor minyak Iran hingga mendekati nol.

Meski masih berada di bawah sanksi AS, Iran terus meningkatkan ekspor minyaknya ke China dengan memanfaatkan jalur perdagangan alternatif dan harga diskon. China, sebagai importir minyak terbesar dunia, tetap menjadi pasar utama bagi minyak mentah Iran. Lonjakan impor ini juga berpotensi memicu ketegangan dengan sekutu AS, seperti Arab Saudi, yang merupakan eksportir minyak terbesar dunia.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
Rekomendasi
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
AS vs Paraguay: Tuan...
AS vs Paraguay: Tuan Rumah Unggul Tipis
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
Berita Terkini
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Infografis
Raksasa Minyak Saudi...
Raksasa Minyak Saudi Aramco Cetak Rekor Laba Rp2,48 Kuadriliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved