Prabowo Resmikan Kantor Danantara, Berikut Harapannya
Senin, 30 Juni 2025 - 19:49 WIB
loading...
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan kantor Badan Pengelola Investasi Danantara, pada Senin (30/6/2025) yang ditandai dengan pemotongan tumpeng yang identik dengan nasi kuning. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan kantor Badan Pengelola Investasi Danantara , pada Senin (30/6/2025). Sebelumnya kantor ini bernama Wisma Danantara Indonesia yang kemudian resmi menjadi Badan Pengelola Investasi Danantara.
Prosesi peresmian kantor baru Danantara ini ditandai dengan pemotongan tumpeng yang identik dengan nasi kuning, oleh Presiden Prabowo. Kemudian terlihat potongan tumpeng diberikan kepada Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani. Selain itu juga tampak Menteri Kabinet Merah Putih yang hadir.
Baca Juga: Sah! Prabowo Resmi Luncurkan Danantara
Informasi itu disampaikan lewat foto melalui akun media sosial resmi Presiden Republik Indonesia @presidenrepublikindonesia yang ditautkan ke akun media sosial @prabowo, dibagikan pada Senin (30/6/2025).
"Presiden, didampingi oleh Wakil Presiden beserta jajaran pimpinan Danantara dan para menteri Kabinet Merah Putih, mengunjungi Wisma Danantara Indonesia yang resmi menjadi kantor Badan Pengelola Investasi Danantara ke depan," tulis @presidenrepublikindonesia.
Baca Juga: BUMN Siapkan Aset Bank Mandiri untuk Kantor Danantara
Melalui keberadaan kantor ini, Presiden menyampaikan harapannya agar Danantara terus tumbuh dan berkembang sebagai dana pengelolaan kekayaan negara yang andal, mampu mendorong pembiayaan berbagai proyek strategis nasional, serta memberikan manfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Sulap Lahan Tak Produktif
Sebelumnya COO Danantara, Dony Oskaria mengatakan saat ini masih banyak lahan milik perusahaan pelat merah yang kurang produktif. Ke depan lahan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang tidak produktif disasar untuk dialokasikan mendukung program 3 juta rumah.
"Kami berkomitmen penuh untuk mendukung program ini, kita punya lahan, kita punya banyak lahan tidak produktif yang bisa kita kerja samakan, yang nantinya kita harapkan menjadi satu milestone besar dalam project perumahan yang diharapkan bapak presiden," ujar dia saat ditemui di Jakarta, Kamis (26/6).
Lebih lanjut, Dony menegaskan bahwa project rumah masyarakat ini merupakan sebuah tanggung jawab bersama untuk menghadirkan hunian layak dan terjangkau, sehingga bukan sekedar mencari keuntungan secara komersial semata.
"Proyek rumah bagi masyarakat ini merupakan sebuah tanggung jawab bersama. Bukan sekedar komersil, tapi juga tentu komitmen kita untuk memberikan yang terbaik dari Danantara kepada masyarakat sebagai bagian dari pada perusahaan negara," tambahnya.
Prosesi peresmian kantor baru Danantara ini ditandai dengan pemotongan tumpeng yang identik dengan nasi kuning, oleh Presiden Prabowo. Kemudian terlihat potongan tumpeng diberikan kepada Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani. Selain itu juga tampak Menteri Kabinet Merah Putih yang hadir.
Baca Juga: Sah! Prabowo Resmi Luncurkan Danantara
Informasi itu disampaikan lewat foto melalui akun media sosial resmi Presiden Republik Indonesia @presidenrepublikindonesia yang ditautkan ke akun media sosial @prabowo, dibagikan pada Senin (30/6/2025).
"Presiden, didampingi oleh Wakil Presiden beserta jajaran pimpinan Danantara dan para menteri Kabinet Merah Putih, mengunjungi Wisma Danantara Indonesia yang resmi menjadi kantor Badan Pengelola Investasi Danantara ke depan," tulis @presidenrepublikindonesia.
Baca Juga: BUMN Siapkan Aset Bank Mandiri untuk Kantor Danantara
Melalui keberadaan kantor ini, Presiden menyampaikan harapannya agar Danantara terus tumbuh dan berkembang sebagai dana pengelolaan kekayaan negara yang andal, mampu mendorong pembiayaan berbagai proyek strategis nasional, serta memberikan manfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Sulap Lahan Tak Produktif
Sebelumnya COO Danantara, Dony Oskaria mengatakan saat ini masih banyak lahan milik perusahaan pelat merah yang kurang produktif. Ke depan lahan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang tidak produktif disasar untuk dialokasikan mendukung program 3 juta rumah.
"Kami berkomitmen penuh untuk mendukung program ini, kita punya lahan, kita punya banyak lahan tidak produktif yang bisa kita kerja samakan, yang nantinya kita harapkan menjadi satu milestone besar dalam project perumahan yang diharapkan bapak presiden," ujar dia saat ditemui di Jakarta, Kamis (26/6).
Lebih lanjut, Dony menegaskan bahwa project rumah masyarakat ini merupakan sebuah tanggung jawab bersama untuk menghadirkan hunian layak dan terjangkau, sehingga bukan sekedar mencari keuntungan secara komersial semata.
"Proyek rumah bagi masyarakat ini merupakan sebuah tanggung jawab bersama. Bukan sekedar komersil, tapi juga tentu komitmen kita untuk memberikan yang terbaik dari Danantara kepada masyarakat sebagai bagian dari pada perusahaan negara," tambahnya.
(akr)
Lihat Juga :