Harta Karun Emas Galleon Spanyol Jadi Rebutan, dari Perusahaan AS, hingga Kolombia
Rabu, 02 Juli 2025 - 20:33 WIB
loading...
Lebih dari tiga abad setelah sebuah galleon Spanyol yang legendaris penuh muatan harta karun tenggelam di lepas pantai Kolombia. Kini para peneliti telah menemukan petunjuk baru. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Lebih dari tiga abad setelah sebuah galleon Spanyol yang legendaris penuh muatan harta karun tenggelam di lepas pantai Kolombia. Kini para peneliti telah menemukan petunjuk baru tentang koin emas yang ditemukan tersebar di sekitar bangkai kapal.
Galleon adalah kapal layar besar , berbentuk persegi pada abad ke-15 hingga awal abad ke-18 yang digunakan untuk perang atau perdagangan terutama oleh Spanyol dan Portugal.Dijuluki 'cawan suci' dari bangkai kapal, galleon San Jose tenggelam oleh angkatan laut Inggris dekat Cartagena pada tahun 1708, menewaskan sebagian besar dari sekitar 600 anggota kru di kapal. Kapal tersebut diyakini membawa emas, perak, batu permata, dan harta lainnya yang bernilai miliaran dolar.
Sekarang para peneliti telah menganalisis koin emas dengan cermat yang ditemukan dekat bangkai kapal, mengonfirmasi bahwa koin tersebut memang berasal dari San Jose yang ikonik. Koin tersebut menampilkan gambar kastil, singa, dan salib di bagian depan serta "Tiang Terkenal Hercules" di atas ombak laut di bagian belakang, menurut studi baru yang diterbitkan di jurnal Antiquity.
Baca Juga: Seorang Petani Temukan Harta Karun Emas Lebih dari 150 Ton Senilai Rp73,4 Triliun
Para peneliti seperti dilansir cbsnews, termasuk para ahli dari angkatan laut Kolombia, mempelajari gambar yang diambil oleh kapal selam yang dioperasikan dari jarak jauh dari puluhan koin yang tersebar di sekitar bangkai kapal hampir 2.000 kaki di bawah permukaan laut.
Penulis studi mengatakan, jumlah koin di dasar laut sulit ditentukan secara tepat "karena sifat dinamis dari lokasi tersebut." Namun, analisis gambar resolusi tinggi menunjukkan diameter rata-rata setiap koin adalah 32,5 milimeter dan beratnya sekitar 27 gram.
Sementara itu pada beberapa koin, para peneliti dapat melihat huruf "PVA" - yang mewakili sebuah motto Latin yang berarti "Plus Ultra" atau "Lebih Jauh Lagi." Pepatah itu digunakan pada mata uang untuk menandakan ekspansi monarki Spanyol di Atlantik, kata para penulis studi.
Angka-angka yang menggambarkan pecahan koin dan tanggal pencetakan (1707) juga dapat terlihat. Para penulis studi tersebut mengatakan, bahwa koin dari periode ini sering dipotong dari batangan emas atau perak.
"Koin yang dipukul tangan, berbentuk tidak teratur - yang dikenal sebagai cobs dalam bahasa Inggris dan macuquinas dalam bahasa Spanyol -menjadi mata uang utama di Amerika selama lebih dari dua abad," kata penulis dalam sebuah pernyataannya.
Pada bulan Agustus lalu, otoritas Kolombia menyatakan telah mensurvei bangkai kapal tersebut, dan mengungkapkan berbagai artefak, termasuk jangkar, kendi, dan botol kaca.
Pemerintah Kolombia mengumumkan tahun lalu bahwa mereka akan memulai pengeboran dari kapal yang terletak di lepas pantai Karibia, menggunakan beberapa kapal yang dikendalikan jarak jauh. Kapal tersebut ditemukan pada tahun 2015, tetapi lokasi pastinya telah dirahasiakan untuk melindungi bangkai kapal yang terkenal tersebut dari pemburu harta karun.
Sejak penemuan, berbagai pihak telah mengklaim bangkai kapal tersebut, termasuk Kolombia, Spanyol, dan penduduk asli Qhara Qhara Bolivia yang mengklaim bahwa harta karun di dalamnya dicuri dari mereka. Bangkai kapal tersebut juga telah diklaim oleh perusahaan penyelamatan berbasis AS, Sea Search Armada yang mengatakan bahwa mereka pertama kali menemukan bangkai kapal itu lebih dari 40 tahun lalu.
Penyebab tenggelamnya San Jose juga telah diperdebatkan. Dokumen Inggris menunjukkan bahwa kapal tersebut tidak meledak, menurut pemerintah Kolombia, tetapi laporan Spanyol mengungkap bahwa kapal tersebut diledakkan dalam pertempuran.
Baca Juga: Harta Karun Senilai Rp9.000 Triliun Ditemukan di Dasar Danau Ini, Bisa Ubah Masa Depan Dunia
Bagaimanapun juga, kapal tersebut -yang dibebani peti-peti zamrud dan sekitar 200 ton emas- tenggelam bersama sebagian besar awaknya saat dalam perjalanan kembali dari Dunia Baru ke Spanyol pada 7 Juni 1708.
Pada Mei 2024, Kolombia mendeklarasikan lokasi bangkai kapal sebagai "area arkeologi yang dilindungi."
Galleon adalah kapal layar besar , berbentuk persegi pada abad ke-15 hingga awal abad ke-18 yang digunakan untuk perang atau perdagangan terutama oleh Spanyol dan Portugal.Dijuluki 'cawan suci' dari bangkai kapal, galleon San Jose tenggelam oleh angkatan laut Inggris dekat Cartagena pada tahun 1708, menewaskan sebagian besar dari sekitar 600 anggota kru di kapal. Kapal tersebut diyakini membawa emas, perak, batu permata, dan harta lainnya yang bernilai miliaran dolar.
Sekarang para peneliti telah menganalisis koin emas dengan cermat yang ditemukan dekat bangkai kapal, mengonfirmasi bahwa koin tersebut memang berasal dari San Jose yang ikonik. Koin tersebut menampilkan gambar kastil, singa, dan salib di bagian depan serta "Tiang Terkenal Hercules" di atas ombak laut di bagian belakang, menurut studi baru yang diterbitkan di jurnal Antiquity.
Baca Juga: Seorang Petani Temukan Harta Karun Emas Lebih dari 150 Ton Senilai Rp73,4 Triliun
Para peneliti seperti dilansir cbsnews, termasuk para ahli dari angkatan laut Kolombia, mempelajari gambar yang diambil oleh kapal selam yang dioperasikan dari jarak jauh dari puluhan koin yang tersebar di sekitar bangkai kapal hampir 2.000 kaki di bawah permukaan laut.
Penulis studi mengatakan, jumlah koin di dasar laut sulit ditentukan secara tepat "karena sifat dinamis dari lokasi tersebut." Namun, analisis gambar resolusi tinggi menunjukkan diameter rata-rata setiap koin adalah 32,5 milimeter dan beratnya sekitar 27 gram.
Sementara itu pada beberapa koin, para peneliti dapat melihat huruf "PVA" - yang mewakili sebuah motto Latin yang berarti "Plus Ultra" atau "Lebih Jauh Lagi." Pepatah itu digunakan pada mata uang untuk menandakan ekspansi monarki Spanyol di Atlantik, kata para penulis studi.
Angka-angka yang menggambarkan pecahan koin dan tanggal pencetakan (1707) juga dapat terlihat. Para penulis studi tersebut mengatakan, bahwa koin dari periode ini sering dipotong dari batangan emas atau perak.
"Koin yang dipukul tangan, berbentuk tidak teratur - yang dikenal sebagai cobs dalam bahasa Inggris dan macuquinas dalam bahasa Spanyol -menjadi mata uang utama di Amerika selama lebih dari dua abad," kata penulis dalam sebuah pernyataannya.
Pada bulan Agustus lalu, otoritas Kolombia menyatakan telah mensurvei bangkai kapal tersebut, dan mengungkapkan berbagai artefak, termasuk jangkar, kendi, dan botol kaca.
Pemerintah Kolombia mengumumkan tahun lalu bahwa mereka akan memulai pengeboran dari kapal yang terletak di lepas pantai Karibia, menggunakan beberapa kapal yang dikendalikan jarak jauh. Kapal tersebut ditemukan pada tahun 2015, tetapi lokasi pastinya telah dirahasiakan untuk melindungi bangkai kapal yang terkenal tersebut dari pemburu harta karun.
Sejak penemuan, berbagai pihak telah mengklaim bangkai kapal tersebut, termasuk Kolombia, Spanyol, dan penduduk asli Qhara Qhara Bolivia yang mengklaim bahwa harta karun di dalamnya dicuri dari mereka. Bangkai kapal tersebut juga telah diklaim oleh perusahaan penyelamatan berbasis AS, Sea Search Armada yang mengatakan bahwa mereka pertama kali menemukan bangkai kapal itu lebih dari 40 tahun lalu.
Penyebab tenggelamnya San Jose juga telah diperdebatkan. Dokumen Inggris menunjukkan bahwa kapal tersebut tidak meledak, menurut pemerintah Kolombia, tetapi laporan Spanyol mengungkap bahwa kapal tersebut diledakkan dalam pertempuran.
Baca Juga: Harta Karun Senilai Rp9.000 Triliun Ditemukan di Dasar Danau Ini, Bisa Ubah Masa Depan Dunia
Bagaimanapun juga, kapal tersebut -yang dibebani peti-peti zamrud dan sekitar 200 ton emas- tenggelam bersama sebagian besar awaknya saat dalam perjalanan kembali dari Dunia Baru ke Spanyol pada 7 Juni 1708.
Pada Mei 2024, Kolombia mendeklarasikan lokasi bangkai kapal sebagai "area arkeologi yang dilindungi."
(akr)
Lihat Juga :