9.000 Pekerja Microsoft Kena PHK Gara-gara AI

Kamis, 03 Juli 2025 - 15:49 WIB
loading...
9.000 Pekerja Microsoft...
Microsoft mengonfirmasi bakal melakukan PHK 9.000 pekerja, untuk menjadi gelombang pengurangan tenaga kerja terbaru oleh raksasa teknologi itu pada tahun ini. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Microsoft mengonfirmasi bakal melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) terhadap 9.000 pekerja, untuk menjadi gelombang pengurangan tenaga kerja terbaru oleh raksasa teknologi itu pada tahun ini. Perusahaan menyatakan bahwa beberapa divisi akan terdampak tanpa menyebutkan divisi apa saja, tetapi laporan menunjukkan bahwa unit video game Xbox bakal terkena efeknya.

Sementara itu Microsoft telah menetapkan rencana untuk berinvestasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan (AI) , dan sudah menghabiskan USD80 miliar atau setara Rp1.291 triliun (kurs Rp16.147 per USD) untuk membangun pusat data besar guna melatih model AI. "Kami terus melakukan perubahan organisasi yang diperlukan untuk memposisikan perusahaan agar sukses di pasar yang dinamis," ungkap seorang juru bicara perusahaan seperti dilansir BBC.

Pengurangan tersebut akan setara dengan 4% dari total tenaga kerja global Microsoft yang berjumlah 228.000 pekerja. Microsoft telah memulai tiga putaran pemutusan hubungan kerja lainnya sejauh ini di tahun 2025, termasuk pada bulan Mei ketika mereka mengatakan akan mengurangi 6.000 posisi.

Baca Juga: PHK Massal di Divisi Xbox Microsoft, 1.900 Karyawan Terdampak

Sebuah basis data resmi yang dikelola oleh negara bagian Washington menunjukkan, bahwa lebih dari 800 posisi yang dihilangkan akan terkonsentrasi di kota Redmond serta di Bellevue, pusat Microsoft lainnya di negara asalnya. Dalam beberapa tahun terakhir, seperti banyak perusahaan teknologi besar lainnya, Microsoft memfokuskan kembali bisnisnya untuk mengembangkan AI, termasuk berinvestasi dalam pusat data dan chip.

Tahun lalu, perusahaan tersebut merekrut pelopor AI Inggris, Mustafa Suleyman untuk memimpin divisi AI Microsoft yang baru. Seorang eksekutif Microsoft terkemuka baru-baru ini mengatakan, bahwa setengah abad mendatang akan "secara fundamental didefinisikan oleh kecerdasan buatan," mengubah cara kita bekerja dan berinteraksi satu sama lain.

Microsoft juga merupakan investor besar dan pemegang saham di OpenAI, perusahaan di balik chatbot populer ChatGPT, meskipun hubungan tersebut dilaporkan semakin tegang dalam beberapa bulan terakhir.

Dilaporkan oleh Bloomberg bahwa Microsoft mengalami kesulitan menjual asisten AI-nya, yang dikenal sebagai Copilot, kepada pelanggan bisnis karena banyak pekerja kantoran lebih memilih ChatGPT. Pemecatan di antara pekerja Microsoft terjadi saat perusahaan teknologi besar AS mencari bakat AI terbaik.

Sementara itu Meta yang memiliki Facebook dan Instagram, telah merekrut bakat dari pesaingnya untuk membentuk laboratorium 'superintelligence'. Kepala eksekutif Mark Zuckerberg dilaporkan terlibat secara pribadi dalam perekrutan.

Baca Juga: Petronas Bakal PHK 5.000 Karyawan, Guncangan Besar Industri Migas

Bahkan Bos OpenAI, Sam Altman baru-baru ini mengatakan bahwa anggota timnya telah menerima tawaran lebih dari USD100 juta sebagai "bonus tanda tangan" dari Meta. Bulan lalu, bos Amazon Andy Jassy mengatakan, bahwa ia memperkirakan AI akan menggantikan beberapa pekerja di perusahaannya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
White Paper MDI Ventures...
White Paper MDI Ventures Petakan Jalur Ekonomi Digital Inklusif di Indonesia
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Rekomendasi
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
Mahasiswi ITB Ditangkap...
Mahasiswi ITB Ditangkap Gara-gara Meme Prabowo dan Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved