Konflik Iran-Israel Membongkar Kelemahan Industri Pertahanan Amerika

Sabtu, 05 Juli 2025 - 21:56 WIB
loading...
Konflik Iran-Israel...
Serangan terhadap Iran mengungkapkan lebih dari sekadar kekuatan AS (Amerika Serikat) di panggung dunia, akan tetapi mereka juga mengekspos potensi titik lemah industri pertahanan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Serangan terhadap Iran mengungkapkan lebih dari sekadar kekuatan AS (Amerika Serikat) di panggung dunia, akan tetapi mereka juga mengekspos potensi titik lemah industri pertahanan . CEO Exiger, Brandon Daniels meyakini bahwa jika Amerika melakukan pendekatan yang berbeda terkait rantai pasokan industri pertahanan miliknya, maka bisa berubah kerentanan yang ada menjadi aset terbesar AS.

"Ada beberapa hal penting yang kami lihat dan muncul dalam data kami ketika AI melihat potensi dampaknya. Salah satunya adalah ada dampak karena ketergantungan teknologi Israel," kata Daniels kepada FOX Business.

Exiger menemukan, bahwa lebih dari 28.000 perusahaan yang berbasis di AS bergantung pada teknologi buatan Israel. Maka ketika Israel terdesak selama konflik dengan Iran, kondisi ini mengancam operasional perusahaan-perusahaan tersebut.

Baca Juga: AS Laporkan Iran Bersiap Blokade Selat Hormuz, Awas Harga Minyak Meletup

Daniels menekankan, bahwa ketika melihat ke perusahaan-perusahaan yang lebih luas dari konflik, jumlah perusahaan yang terpengaruh meningkat menjadi sekitar 13,7 juta. Diterangkan juga bahwa Exiger menemukan adanya "ledakan" ketergantungan pada teknologi yang berasal dari Timur Tengah, terutama terkait dengan keamanan siber.

Dia mencatat, bahwa Israel merupakan salah satu produsen perangkat lunak keamanan digital terbesar di dunia, yang berarti perusahaan-perusahaan AS menjadi lebih rentan ketika Israel berada dalam kondisi perang atau konflik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Perang AS-Israel Lawan...
Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Moody's Prediksi Harga Minyak Bertahan di Kisaran USD100 per Barel
Pasar Energi Global...
Pasar Energi Global di Ambang Bencana, Pasokan LNG Anjlok hingga 20%
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Rekomendasi
BGN Stop Penyaluran...
BGN Stop Penyaluran MBG selama Libur Sekolah
SPMB Jateng 2026 Dibuka,...
SPMB Jateng 2026 Dibuka, Cek Tata Cara Pemilihan Sekolah Tujuan
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Berita Terkini
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved