Konflik Iran-Israel Membongkar Kelemahan Industri Pertahanan Amerika

Sabtu, 05 Juli 2025 - 21:56 WIB
loading...
A A A
Diperingatkan juga olehnya bahwa sudah saatnya untuk berhenti berpikir tentang rantai pasokan enam hari atau minggu ke depan dan mulai berpikir tentang enam bulan hingga enam tahun ke depan untuk memiliki perlindungan maksimum. Meskipun dia percaya Kongres kemungkinan besar akan lebih fokus pada visibilitas rantai pasokan dalam Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) untuk tahun 2026.

"Saya rasa-dan dari apa yang saya lihat, dari apa yang telah dipublikasikan atau percakapan yang saya lakukan-NDAA tahun ini akan sangat serius memperhatikan masalah visibilitas rantai pasokan untuk departemen dan untuk kontraktor yang mendukung," ujar Daniels.

Ketika ditanya tentang apa yang diperlukan untuk membangun rantai pasokan pertahanan yang tangguh pada tahun 2025, Daniels menekankan, perlunya memetakan dan mempertimbangkan rantai tersebut. Ini berarti memiliki pemahaman yang lengkap tentang di mana suku cadang diproduksi, siapa yang memproduksinya, dan apa yang terlibat dalam pembuatannya.

Selain itu para pemasok perlu diintegrasikan "ke dalam platform keterlibatan" yang akan memungkinkan komunikasi dan strategi yang lebih terbuka. Ia juga menambahkan bahwa menyederhanakan atau menghapus standar regulasi yang tidak perlu akan memungkinkan AS dan sekutunya untuk mengambil kembali lebih banyak proses produksi.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Perang AS-Israel Lawan...
Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
Kemhan Bakal Datangkan...
Kemhan Bakal Datangkan Helikopter AW149 dan 12 Pesawat Tempur dari Italia
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
Rekomendasi
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Heboh! Sejumlah Artis...
Heboh! Sejumlah Artis Tagih Honor Miliaran Rupiah ke TV Swasta
Berita Terkini
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved