Penerapan ESG, Win-Win Solution bagi Industri Nikel

Minggu, 06 Juli 2025 - 17:00 WIB
loading...
Penerapan ESG, Win-Win...
Community Affairs General Manager Harita Nickel Dindin Makinudin dalam diskusi yang digelar Energy Editor Society (E2S) dengan tema Uncovering ESG Transformation in Indonesia’s Nickel Mining Industry. FOTO/M. Faizal
A A A
JAKARTA - Industri tambang, termasuk nikel yang tengah booming di Indonesia, kerap menjadi sasaran kritik terkait dampaknya pada lingkungan dan masyarakat di daerah operasinya. Akibatnya, operasi perusahaan tersendat dan kekayaan sumber daya alam gagal menyejahterakan penduduknya.

Berangkat dari kondisi itu, isu keberlanjutan dan tanggung jawab sosial pun berkembang. Perusahaan tak lagi hanya fokus pada produksi dan keuntungan, kelestarian lingkungan, kesejahteraan masyarakat sekitar, kini juga menjadi perhatian utama. Seiring dengan itu, prinsip-prinsip environmental, social, and governance (ESG) menjadi patokan sebagai solusi saling menguntungkan bagi semua pihak.

Baca Juga: China Getol Beli Logam Rusia di Tengah Sanksi Barat, Impor Nikel Naik 2 Kali Lipat

Tren itu diakui oleh Community Affairs General Manager Harita Nickel Dindin Makinudin. Dalam diskusi yang digelar Energy Editor Society (E2S) dengan tema Uncovering ESG Transformation in Indonesia’s Nickel Mining Industry yang digelar akhir pekan ini, Dindin mengatakan bahwa prinsip-prinsip ESG kini diterapkan Harita secara ketat guna memaksimalkan manfaat dari sumber daya alam, bagi perusahaan dan masyarakat.

Dari sisi perusahaan, kata dia, penerapan prinsip ESG berkaitan langsung dengan keberlanjutan bisnis perusahaan. Salah satunya, investor dan industri keuangan, menjadikan kinerja ESG perusahaan sebagai patokan. "ESG kini jadi pertimbangan dalam keputusan berinvestasi. Investor ingin memastikan bahwa investasi yang mereka tanamkan di perusahaan yang berkelanjutan," tuturnya.

Tak hanya itu, pasar pun kini menetapkan aturan ketat terkait isu ESG. Para buyer butuh bukti produk yang mereka terima dihasilkan melalui proses yang berkelanjutan. Karena itu, kata dia, Harita menegaskan komitmennya dalam menerapkan standar global dengan melaksanakan penilaian/audit independen berstandar internasional. Mulai dari The Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA), IFRS, RMI RMAP hingga audit lokal dari Kementerian ESDM dan lainnya.

"Komitmen untuk menyelaraskan dengan standar global tidak hanya memastikan manfaat jangka panjang untuk perusahaan, tapi juga untuk masyarakat dan lingkungan," tandasnya.

Prinsip-prinsip ESG yang diterapkan Harita secara optimal, lanjut dia, juga memaksimalkan manfaat dari keberadaan sumber daya alam bagi masyarakat. Dindin menjelaskan, dampak ekonomi dari praktik tambang yang dijalankan Harita sesuai dengan prinsip ESG di wilayah operasinya sangat besar.

Dia bercerita, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Halmahera Selatan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Halmahera Selatan meningkat dengan drastis setelah adanya aktivitas hilirisasi nikel sejak tahun 2016 yakni mencapai 54,59% berasal dari industri pengolahan. "Pertumbuhan ekonomi tumbuh stabil. Industri pengolahan sangat dominan mendorong perekonomian lokal, artinya hilirisasi sukses memantik pertumbuhan ekonomi di Halmahera Selatan," ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah Kembali Izinkan PT GAG Nikel Beroperasi di Raja Ampat

Keberadaan perusahaan dengan jumlah karyawan yang cukup banyak di Pulau Obi, lanjut dia, menimbulkan demand yang juga memicu kegiatan ekonomi. "Kebutuhan logistik perusahaan cukup besar, misalnya beras sekitar 20.000 sak per bulan, ayam potong 22.000 kg, kebutuhan ikan dan lain sebagainya, menjadi peluang bagi masyarakat Pulau Obi," cetusnya.

Kebutuhan-kebutuhan tadi, kata Dindin, membuka peluang kerja dan peluang usaha bagi masyarakat. Interaksi saling menguntungkan antara perusahaan dengan masyarakat itu pun kemudian menumbuhkan hubungan yang harmonis.

"Dalam catatan kami, dampak ekonomi yang sudah dihasilkan antara lain mencapai 729 wirausahawan binaan perusahaan dan pendapatan terekam setiap bulan mencapai miliaran rupiah, sekitar Rp14 miliar (per bulan) untuk perputaran di lokal," paparnya.

Dalam diskusi yang sama, Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Hendra Gunawan menegaskan bahwa pemerintah mendukung penerapan prinsip oleh industri nikel. Posisi Indonesia sebagai pemain utama nikel dunia dengan 5,3 miliar ton ore cadangan yang bisa diproduksikan, serta 18,5 miliar ton ore sumber daya, tegas dia, harus didukung oleh komitmen berkelanjutan.

Hendra menegaskan, konsep pertambangan hijau merupakan suatu keniscayaan yang harus dijalankan sesuai dengan kerangka ESG. Sejalan dengan itu, undang-undang pertambangan beserta peraturan turunannya pun terus mendukung dan mendorong pertambangan untuk menerapkan standar ESG sebagai landasan bagi praktik pertambangan yang berkelanjutan. "Mari kita ciptakan iklim pertambangan yang tangguh, kompetitif, hijau, dan berkelanjutan," tegasnya.

Terkait dengan itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Meidy Katrin Lengkey menegaskan bahwa para pelaku usaha nikel di Tanah Air terus berupaya menuju ke arah itu. "Kami telah diskusi dengan Tesla, Mercedes, BMW, pangsa pasar dari Eropa. Market memang membutuhkan ESG standard," ujar Meidy.

Sementara itu, akademisi dari Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (UI) Tri Budhi Soesilo menilai pelaku usaha tambang di Indonesia telah menerapkan ESG dengan cukup baik. Namun, dia mengakui bahwa masih ada persepsi yang berbeda di masyarakat. Masih ada masyarakat yang menurutnya kurang sabar dengan upaya keberlanjutan yang sudah dilakukan oleh perusahaan.

"Karena itu, menggandeng jurnalis sebagai mitra seperti yang dilakukan Harita ini menjadi jalan yang bagus untuk menyebarkan apa yang telah dilakukan perusahaan, sekaligus menyosialisasikan program keberlanjutan lingkungannya," pungkas Tri.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Prabowo Wajibkan Ekspor...
Prabowo Wajibkan Ekspor Batu Bara hingga Sawit Satu Pintu lewat BUMN, Harga Ditentukan RI
Arsari Tambang Bakal...
Arsari Tambang Bakal Bangun Pusat Riset Timah dan Logam Tanah Jarang di Bangka
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Rekomendasi
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
FIFA Putar Balik Aturan...
FIFA Putar Balik Aturan Aneh usai Insiden Konferensi Pers Hakimi dan Vinicius di Piala Dunia 2026
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Berita Terkini
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved