BRICS Desak Perubahan Besar di IMF, Minta Kepemimpinan Barat Diakhiri

Senin, 07 Juli 2025 - 21:23 WIB
loading...
A A A
Para menteri juga mengusulkan penggunaan formula baru yang mempertimbangkan output ekonomi, daya beli, dan nilai tukar mata uang masing-masing negara. Formula ini, menurut mereka, akan meningkatkan representasi negara-negara berkembang dan berpendapatan rendah secara lebih adil.

Pertemuan menteri keuangan ini digelar menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) para pemimpin BRICS yang juga berlangsung di Rio de Janeiro. BRICS kini telah berekspansi dari lima anggota awal—Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, menjadi 11 negara, dengan bergabungnya Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Perluasan ini memberikan kekuatan baru bagi BRICS dalam memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang, khususnya dalam mendorong reformasi lembaga-lembaga internasional yang dinilai masih dikuasai oleh negara-negara maju di Barat.

"Meski tetap menjunjung seleksi berbasis merit, representasi kawasan perlu diperkuat dalam manajemen IMF, guna mengakhiri kesepakatan usang era pasca-Perang Dunia II yang tak lagi sesuai dengan tatanan global saat ini," demikian isi pernyataan tersebut.

Selain menyerukan reformasi IMF, para menteri keuangan BRICS juga membahas pembentukan mekanisme penjaminan baru yang akan didukung oleh New Development Bank (NDB), lembaga keuangan multilateral yang didirikan oleh BRICS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
Rekomendasi
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Jonatan Christie Rehat...
Jonatan Christie Rehat dari Bulu Tangkis usai Gagal Juara Indonesia Open 2026
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Berita Terkini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved