Cerita Haru Penerima BSU, Hidupkan Harapan di Waktu yang Tepat
Rabu, 09 Juli 2025 - 19:12 WIB
loading...
Penerima BSU mencairkan dananya di Kantorpos Bekasi, Rabu (9/7/2025). Total di Kota dan Kabupaten Bekasi ada 105.929 penerima BSU. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BEKASI - Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 menyasar pekerja atau buruh yang yang bergaji di bawah Rp3,5 juta per bulan yang masuk daftar sebagai penerima BSU dari Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker ). Salah satu mitra utama yang mengemban amanah ini adalah PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND, yang kembali dipercaya untuk menyalurkan BSU kepada 4,4 juta pekerja di seluruh pelosok Tanah Air.
Melalui kemitraan strategis ini, PosIND memanfaatkan jaringan Kantorpos yang tersebar di bergagai penjuru nusantara,sebagai titik layanan pembayaran tunai agar dana dapat diterima secara langsung dan tepat sasaran. Layanan penyaluran BSU ini diselenggarakan di lebih dari 4.300 Kantorpos aktif di seluruh Indonesia, termasuk wilayah-wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal). Baca juga: 3 Penyebab Umum Dana BSU 2025 Belum Cair! Kamu Termasuk?
Dengan jam operasional yang diperpanjang dan layanan akhir pekan di sejumlah titik, PosIND menunjukkan komitmennya untuk memastikan bahwa bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada mereka yang berhak. Apalagi tidak semua pekerja informal memiliki akses ke perbankan. Di sinilah kehadiran Kantorpos menjadi krusial dan sangat berarti.
Seperti pantauan di Kantorpos Bekasi. Sejak jam operasional dibuka, antrean rapi di kursi yang telah disediakan. Mereka yang datang dari berbagai latar belakang profesi, adalah pekerja di sektor formal yang masuk dalam daftar penerima BSU.
Di pojok ruang tunggu, Iis Risalina (29), seorang karyawan laundry, tampak mengusap peluh sambil menunggu namanya dipanggil. Ia datang dari Cikarang Timur bersama dua temannya. Iis menyampaikan rasa leganya saat mengetahui bisa mencairkan BSU tanpa harus punya rekening. "Saya tahu info BSU dari teman. Saya pikir enggak akan dapat karena kerja saya di tempat kecil. Ternyata nama saya ada. Rezeki banget. Saya mau pakai buat beli beras dan susu anak," katanya penuh syukur, Rabu (9/7/2025).
Sementara itu, Siti Nuriani (45), pekerja jasa setrika keliling, mengaku sempat ragu datang ke Kantorpos karena merasa tidak tahu harus bagaimana. "Saya gaptek. Tapi petugasnya sabar banget. Dijelasin pelan-pelan. Saya cuma bawa KTP dan barcode dari anak saya. Alhamdulillah langsung cair," katanya sambil tersenyum.
Lain lagi cerita Sorikhin (54), karyawan toko plastik di Tambun. Dengan tubuh lelah namun semangat menyala, ia mengungkapkan betapa bantuan ini sangat berarti. "Saya sudah puluhan tahun kerja tapi baru kali ini merasa benar-benar diperhatikan negara. Gaji saya masih UMR, tapi buat hidup sehari-hari aja kadang kurang. BSU ini seperti kabar baik yang datang di waktu tepat," ungkapnya lirih.
Umi Rahmawati, operator dan juru bayar di Kantorpos Bekasi, adalah salah satu ujung tombak yang memastikan proses penyaluran berlangsung tertib dan manusiawi. Umi membagikan pengalamannya selama proses penyaluran BSU.
Menurutnya, tantangan bukan hanya soal jumlah penerima, tapi juga soal kejelasan informasi dan empati dalam pelayanan. "Kami menyusun sistem antrean berdasarkan barcode dan KTP. Sebagian besar datang tanpa pemahaman lengkap, jadi kami sediakan petugas frontliner untuk bantu verifikasi dan edukasi," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar penerima adalah pekerja sektor informal yang tidak punya akses digital, sehingga edukasi layanan dan ketenangan dalam melayani menjadi kunci. Umi menegaskan Kantorpos Bekasi tidak sekadar menjalankan instruksi administratif, tetapi juga menghadirkan layanan yang hangat dan ramah. Baca juga: Lapangan Kerja di Indonesia Belum Habis, Istana: Menurut Data Ada 3,6 Juta
Untuk alokasi penerima BSU di wilayah Bekasi dibagi menjadi dua, yaitu Bekasi: yaitu Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi. Untuk Kabupaten Bekasi 66.953 penerima dan Kota Bekasi: 38.976 penerima. Total ada 105.929 penerima.
Hingga kini, realisasi penyaluran mencapai 23,38% dan terus meningkat tiap harinya. Kantorpos Bekasi menjadi salah satu lokasi utama dengan jadwal layanan diperpanjang dan loket khusus BSU dibuka hingga akhir pekan.“Kami optimalkan layanan. Jika perlu, kami tambah personel di loket agar proses lebih cepat,” ujar Umi menambahkan.
Melalui kemitraan strategis ini, PosIND memanfaatkan jaringan Kantorpos yang tersebar di bergagai penjuru nusantara,sebagai titik layanan pembayaran tunai agar dana dapat diterima secara langsung dan tepat sasaran. Layanan penyaluran BSU ini diselenggarakan di lebih dari 4.300 Kantorpos aktif di seluruh Indonesia, termasuk wilayah-wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal). Baca juga: 3 Penyebab Umum Dana BSU 2025 Belum Cair! Kamu Termasuk?
Dengan jam operasional yang diperpanjang dan layanan akhir pekan di sejumlah titik, PosIND menunjukkan komitmennya untuk memastikan bahwa bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada mereka yang berhak. Apalagi tidak semua pekerja informal memiliki akses ke perbankan. Di sinilah kehadiran Kantorpos menjadi krusial dan sangat berarti.
Seperti pantauan di Kantorpos Bekasi. Sejak jam operasional dibuka, antrean rapi di kursi yang telah disediakan. Mereka yang datang dari berbagai latar belakang profesi, adalah pekerja di sektor formal yang masuk dalam daftar penerima BSU.
Di pojok ruang tunggu, Iis Risalina (29), seorang karyawan laundry, tampak mengusap peluh sambil menunggu namanya dipanggil. Ia datang dari Cikarang Timur bersama dua temannya. Iis menyampaikan rasa leganya saat mengetahui bisa mencairkan BSU tanpa harus punya rekening. "Saya tahu info BSU dari teman. Saya pikir enggak akan dapat karena kerja saya di tempat kecil. Ternyata nama saya ada. Rezeki banget. Saya mau pakai buat beli beras dan susu anak," katanya penuh syukur, Rabu (9/7/2025).
Sementara itu, Siti Nuriani (45), pekerja jasa setrika keliling, mengaku sempat ragu datang ke Kantorpos karena merasa tidak tahu harus bagaimana. "Saya gaptek. Tapi petugasnya sabar banget. Dijelasin pelan-pelan. Saya cuma bawa KTP dan barcode dari anak saya. Alhamdulillah langsung cair," katanya sambil tersenyum.
Lain lagi cerita Sorikhin (54), karyawan toko plastik di Tambun. Dengan tubuh lelah namun semangat menyala, ia mengungkapkan betapa bantuan ini sangat berarti. "Saya sudah puluhan tahun kerja tapi baru kali ini merasa benar-benar diperhatikan negara. Gaji saya masih UMR, tapi buat hidup sehari-hari aja kadang kurang. BSU ini seperti kabar baik yang datang di waktu tepat," ungkapnya lirih.
Umi Rahmawati, operator dan juru bayar di Kantorpos Bekasi, adalah salah satu ujung tombak yang memastikan proses penyaluran berlangsung tertib dan manusiawi. Umi membagikan pengalamannya selama proses penyaluran BSU.
Menurutnya, tantangan bukan hanya soal jumlah penerima, tapi juga soal kejelasan informasi dan empati dalam pelayanan. "Kami menyusun sistem antrean berdasarkan barcode dan KTP. Sebagian besar datang tanpa pemahaman lengkap, jadi kami sediakan petugas frontliner untuk bantu verifikasi dan edukasi," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar penerima adalah pekerja sektor informal yang tidak punya akses digital, sehingga edukasi layanan dan ketenangan dalam melayani menjadi kunci. Umi menegaskan Kantorpos Bekasi tidak sekadar menjalankan instruksi administratif, tetapi juga menghadirkan layanan yang hangat dan ramah. Baca juga: Lapangan Kerja di Indonesia Belum Habis, Istana: Menurut Data Ada 3,6 Juta
Untuk alokasi penerima BSU di wilayah Bekasi dibagi menjadi dua, yaitu Bekasi: yaitu Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi. Untuk Kabupaten Bekasi 66.953 penerima dan Kota Bekasi: 38.976 penerima. Total ada 105.929 penerima.
Hingga kini, realisasi penyaluran mencapai 23,38% dan terus meningkat tiap harinya. Kantorpos Bekasi menjadi salah satu lokasi utama dengan jadwal layanan diperpanjang dan loket khusus BSU dibuka hingga akhir pekan.“Kami optimalkan layanan. Jika perlu, kami tambah personel di loket agar proses lebih cepat,” ujar Umi menambahkan.
(poe)
Lihat Juga :