Habis Rugi Rp11 Triliun, Pertamina Ngebut Nyari Untung
Rabu, 09 September 2020 - 16:18 WIB
loading...
Pertamina ngebut nyari untung. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT. Pertamina (Persero) memastikan telah melakukan berbagai perbaikan manajemen dan strategi bisnis agar kerugian yang didera pada semester I 2020 kurang lebih Rp11 triliun bisa dikompensasi dengan keuntungan usaha.
Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini, menjelaskan kerugian perusahaan murni karena kinerja bisnis terganggu akibat pandemi Covid-19. Kini, PT. Pertamina telah melakukan sembilan langkah strategis. Hasilnya, pada awal semester II 2020 kinerja Pertamina sudah menunjukkan hasil positif.
"Beberapa langkah strategis terus dilakukan. Sejak Maret, kita sudah efisiensi capex dan opex. Kita sudah melakukan pemotongan yang membuat kita survive," ujar Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini di Jakarta, Rabu (9/9/2020).
Baca Juga: Pertamina Buka Suara Soal Disebut Gaji Staf Ahli dengan Nilai Fantastis Rp100 Juta
Emma menyebutkan, ada sembilan kebijakan agar Pertamina tidak semakin merugi, yakni pertama, memotong capex dan opexsetara dengan USD4,7 miliar atau sekitar Rp70 triliun. Opex 30%, atau setara dengan USD3 miliar, efisiensi capex sebesar 23%, atau senilai USD1,7 miliar.
Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini, menjelaskan kerugian perusahaan murni karena kinerja bisnis terganggu akibat pandemi Covid-19. Kini, PT. Pertamina telah melakukan sembilan langkah strategis. Hasilnya, pada awal semester II 2020 kinerja Pertamina sudah menunjukkan hasil positif.
"Beberapa langkah strategis terus dilakukan. Sejak Maret, kita sudah efisiensi capex dan opex. Kita sudah melakukan pemotongan yang membuat kita survive," ujar Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini di Jakarta, Rabu (9/9/2020).
Baca Juga: Pertamina Buka Suara Soal Disebut Gaji Staf Ahli dengan Nilai Fantastis Rp100 Juta
Emma menyebutkan, ada sembilan kebijakan agar Pertamina tidak semakin merugi, yakni pertama, memotong capex dan opexsetara dengan USD4,7 miliar atau sekitar Rp70 triliun. Opex 30%, atau setara dengan USD3 miliar, efisiensi capex sebesar 23%, atau senilai USD1,7 miliar.
Lihat Juga :