Mata Uang Nasional Membebaskan BRICS dari Tekanan Barat

Kamis, 10 Juli 2025 - 08:29 WIB
loading...
Mata Uang Nasional Membebaskan...
Menetapkan perdagangan dalam mata uang nasional menawarkan negara-negara BRICS alternatif kebebasan dari tekanan sanksi Barat.Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menetapkan perdagangan dalam mata uang nasional menawarkan negara-negara BRICS alternatif kebebasan dari tekanan sanksi Barat , yang sewaktu-waktu dapat menangguhkan transaksi kapan saja. Hal ini ditekankan oleh Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov.

BRICS diketahui telah mempercepat upaya untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang pihak ketiga untuk perdagangan bilateral dalam beberapa tahun terakhir. Terutama setelah sanksi Barat menyebabkan pembekuan cadangan Rusia yang dipegang dalam dolar dan euro imbas eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022.

Seperti dilansir RT, Siluanov mengatakan, Moskow siap menawarkan mekanisme untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh sanksi. Masalah ini dibahas sebelumnya dalam pertemuan gubernur New Development Bank (NDB).

Baca Juga: Trump Tuding BRICS Gerogoti Dolar AS, Ini Respons Tegas dari Negara Anggota

Lembaga keuangan ini didirikan oleh BRICS pada tahun 2015 untuk memenuhi kebutuhan negara-negara berkembang. Mekanisme tersebut "tidak akan melibatkan infrastruktur keuangan Barat atau penyelesaian dalam mata uang negara-negara yang memberlakukan sanksi terhadap Rusia dan akan melindungi New Development Bank (NDB) dari risiko terburuk yang mungkin terjadi,” kata Siluanov.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Iran Desak BRICS Hancurkan...
Iran Desak BRICS Hancurkan Kekebalan AS, Sinyal Pergeseran Blok Ekonomi ke Aliansi Militer?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Menlu Sugiono: BRICS...
Menlu Sugiono: BRICS Harus Berperan Aktif Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
Utut Adianto Sebut Diplomasi...
Utut Adianto Sebut Diplomasi Prabowo Cerminkan Strategi Mendayung di Antara Dua Karang
Rekomendasi
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
Infografis
Rusia Pamerkan Persenjataan...
Rusia Pamerkan Persenjataan Barat yang Direbut dari Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved