Mata Uang Nasional Membebaskan BRICS dari Tekanan Barat

Kamis, 10 Juli 2025 - 08:29 WIB
loading...
A A A
Mengomentari penggunaan mata uang nasional yang semakin meningkat dalam perdagangan BRICS, dia mengatakan bahwa penyelesaian seperti itu "telah terbukti dapat diandalkan dan independen dari lembaga peminjaman Barat, yang bisa kapan saja menghentikan pembayaran seperti yang terbukti,"

Siluanov mencatat, bahwa transaksi dapat ditangani melalui bank-bank yang dapat diandalkan dengan hubungan koresponden langsung, melewati sistem yang dikendalikan oleh Barat. Memperluas hubungan ini, katanya, adalah kunci untuk mempertahankan perputaran perdagangan dan memastikan penyelesaian transaksi dengan lancar.

Sejak bank-bank besar Rusia diputus dari SWIFT pada tahun 2022, Moskow dan banyak mitra dagangnya telah meningkatkan upaya untuk mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan Barat. Bank-bank dan bisnis telah berusaha untuk menggunakan platform keuangan dan perbankan alternatif, seperti sistem pengiriman uang non-SWIFT, dan semakin sering menggunakan mata uang nasional dalam penyelesaian perdagangan.

Sebagai salah satu contohnya, Siluanov mengutip perdagangan dengan China, dengan mengatakan bahwa perputaran perdagangan telah meningkat dan kemungkinan akan terus tumbuh. Perdagangan bilateral mencapai USD245 miliar tahun lalu, dengan hampir semua transaksi sekarang dilakukan dalam rubel dan yuan.

Baca Juga: IMF dan Bank Dunia Dikecam karena Lebih Memihak Ukraina Dibandingkan Afrika
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Menlu Sugiono: BRICS...
Menlu Sugiono: BRICS Harus Berperan Aktif Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
Rekomendasi
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
Mediasi Ruben Onsu dan...
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Masih Buntu, Sidang Ditunda hingga 6 Agustus
Breaking News! Wamentan...
Breaking News! Wamentan Sudaryono Jadi Kepala BGN Baru
Berita Terkini
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
Infografis
5 Mata Uang Paling Lemah...
5 Mata Uang Paling Lemah di Dunia versi Forbes 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved