BPJS Kesehatan Bukukan Pendapatan Iuran Naik 9% Jadi Rp165,3 Triliun di 2024
Senin, 14 Juli 2025 - 19:22 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu strategi andalan BPJS Kesehatan adalah metode autodebet, yang saat ini telah digunakan oleh 9,3 juta peserta JKN. Selain itu, pendekatan telekoleksi telah menjangkau 42,79 juta sambungan telepon, dengan kontribusi iuran sebesar Rp1,19 triliun.
Strategi komunikasi digital lainnya seperti WhatsApp Blast menjangkau hingga 91,9 juta peserta dan berhasil mengumpulkan iuran Rp1,15 triliun. Program REHAB (Rencana Pembayaran Bertahap) juga mencatatkan hasil positif, dengan partisipasi 1,7 juta peserta dan pengumpulan iuran senilai Rp1,69 triliun.
Kontribusi kader JKN yang saat ini berjumlah 1.306 orang turut memperkuat upaya pengumpulan iuran. Melalui pendekatan komunitas, para kader berhasil menghimpun iuran senilai Rp1,17 triliun sepanjang tahun 2024.
Dari sisi kepesertaan, BPJS Kesehatan mencatatkan total 278,1 juta peserta JKN per akhir 2024, atau mencakup 98,45% penduduk Indonesia. Capaian ini turut ditopang oleh 35 provinsi dan 473 kabupaten/kota yang telah meraih predikat Universal Health Coverage (UHC).
"Dengan cakupan yang semakin luas, kami ingin memastikan setiap peserta JKN mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses," ujar Ghufron.
Strategi komunikasi digital lainnya seperti WhatsApp Blast menjangkau hingga 91,9 juta peserta dan berhasil mengumpulkan iuran Rp1,15 triliun. Program REHAB (Rencana Pembayaran Bertahap) juga mencatatkan hasil positif, dengan partisipasi 1,7 juta peserta dan pengumpulan iuran senilai Rp1,69 triliun.
Kontribusi kader JKN yang saat ini berjumlah 1.306 orang turut memperkuat upaya pengumpulan iuran. Melalui pendekatan komunitas, para kader berhasil menghimpun iuran senilai Rp1,17 triliun sepanjang tahun 2024.
Dari sisi kepesertaan, BPJS Kesehatan mencatatkan total 278,1 juta peserta JKN per akhir 2024, atau mencakup 98,45% penduduk Indonesia. Capaian ini turut ditopang oleh 35 provinsi dan 473 kabupaten/kota yang telah meraih predikat Universal Health Coverage (UHC).
"Dengan cakupan yang semakin luas, kami ingin memastikan setiap peserta JKN mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses," ujar Ghufron.
Lihat Juga :