Trump Sahkan UU Stablecoin, Angin Segar bagi Industri Kripto

Minggu, 20 Juli 2025 - 07:30 WIB
loading...
Trump Sahkan UU Stablecoin,...
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani undang-undang kripto dengan menetapkan kerangka kerja peraturan federal pertama untuk stablecoin. FOTO/Reuters
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani undang-undang kripto dengan menetapkan kerangka kerja peraturan federal pertama untuk stablecoin. Langkah ini sebagai angin segar bagi industri kripto di tengah upaya untuk memperkuat posisi AS di pasar digital global.

Dalam penandatanganan yang berlangsung di Gedung Putih, Trump menyatakan, "Sore ini, kami mengambil langkah besar untuk memperkuat dominasi Amerika atas teknologi kripto global dengan menandatangani Undang-Undang GENIUS yang penting menjadi undang-undang. Jadi, selamat kepada semua orang. Ini adalah hal yang besar," kata Trump dikutip dari Anadolu Ajansi, Minggu (20/7).

Baca Juga: Trump Tegaskan BRICS Akan Segera Bubar

Trump yang sebelumnya dikenal skeptis terhadap kripto, kini berusaha membentuk citranya sebagai pendukung industri ini dalam masa jabatannya yang kedua. Ia mendorong anggota parlemen untuk meloloskan undang-undang yang diharapkan dapat memperkuat posisi AS di pasar digital.

Undang-Undang GENIUS ini telah berhasil melewati Senat bulan lalu. Undang-undang ini ditandatangani setelah DPR memberikan suara 308-122 untuk menyetujui secara bipartisan pada hari Kamis.

Melalui regulasi ini, bank-bank di AS akan lebih mudah menerbitkan stablecoin, yaitu mata uang kripto yang dipatok ke aset seperti dolar AS. Selain itu, undang-undang ini juga bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di pasar stablecoin.

Trump menegaskan komitmennya untuk mengembalikan kebebasan dan kepemimpinan Amerika dalam industri kripto. "Saya berjanji bahwa kami akan menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia, dan itulah yang telah kami lakukan. Di bawah pemerintahan Trump, hal ini akan terus berlanjut," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Rekomendasi
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
Berita Terkini
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved