Perang Tarif AS vs Dedolarisasi BRICS, Siapa Pemenang dalam Pertarungan Ini?

Minggu, 20 Juli 2025 - 09:00 WIB
loading...
A A A
Dalam merespons dedolarisasi tersebut, pemerintahan Trump mengambil langkah tegas. Tarif impor terhadap barang dari China tetap di atas 30 persen. Negara seperti Afrika Selatan, Malaysia, Indonesia, Myanmar, dan Laos juga turut menghadapi ancaman tarif serupa.

Langkah tersebut dinilai bukan hanya sebagai upaya memperbaiki ketidakseimbangan perdagangan, tetapi sebagai bentuk penolakan terhadap aliansi ekonomi baru yang dianggap menantang dominasi AS. Tindakan Trump memperpanjang tarif "timbal balik" juga mempertegas bahwa perang dagang AS–China kini menjelma menjadi benturan ideologis soal arah sistem keuangan global.

Baca Juga: Jejak Karier Kristin Cabot, Kepala HRD yang 'Kegep' Dipeluk Mesra CEO Astronomer

Sementara itu, BRICS terus mendorong penguatan sistem pembayaran lintas batas sendiri. Perdagangan bilateral antara Rusia dan China kini lebih dari 90 persen dilakukan dalam rubel dan yuan. Langkah ini secara efektif memotong peran dolar dalam transaksi mereka.

Inisiatif Sistem Pembayaran BRICS yang dirancang untuk menyaingi sistem SWIFT juga terus menguat. Dalam KTT BRICS ke-17 yang digelar di Rio de Janeiro awal bulan ini, para pemimpin sepakat mempercepat implementasi sistem pembayaran bersama untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan otonomi finansial kawasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
Rekomendasi
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved