Perang Tarif AS vs Dedolarisasi BRICS, Siapa Pemenang dalam Pertarungan Ini?

Minggu, 20 Juli 2025 - 09:00 WIB
loading...
Perang Tarif AS vs Dedolarisasi...
Konstelasi geopolitik ekonomi global memasuki babak baru pada 2025. Ketegangan meningkat antara AS dan negara-negara BRICS. FOTO/Watcher Guru
A A A
JAKARTA - Konstelasi geopolitik ekonomi global memasuki babak baru pada 2025. Ketegangan meningkat antara Amerika Serikat (AS) dan negara-negara BRICS, seiring dengan ancaman Presiden Donald Trump yang akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 10 persen kepada negara mana pun yang dinilai mendukung “kebijakan anti-Amerika dari BRICS”.

Langkah agresif itu muncul di tengah semakin kuatnya dorongan dedolarisasi oleh BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan), yang berupaya mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam perdagangan dan sistem keuangan mereka. Tujuannya: melemahkan dominasi dolar yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung sistem keuangan global.

Baca Juga: Trump Tegaskan BRICS Akan Segera Bubar

Data terbaru menunjukkan posisi dolar AS sebagai cadangan devisa global terus menurun. Pangsa dolar dalam cadangan devisa dunia kini turun di bawah 58 persen menurut data IMF, terendah dalam sejarah. Sementara itu, bank-bank sentral dunia secara agresif menambah kepemilikan emas, yang kini menyumbang hampir 20 persen dari total cadangan mereka.

World Gold Council mencatat pada Kuartal I-2025 saja, bank sentral membeli lebih dari 244 metrik ton emas. Dikutip dari Watcher Guru, sebanyak 95 persen responden dalam survei mereka memperkirakan tren peningkatan cadangan emas akan terus berlanjut, terutama di negara-negara BRICS dan sekutunya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Rekomendasi
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Relakan Status Juara Grup K Direbut Kolombia
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Bertemu Pramono, Ketum...
Bertemu Pramono, Ketum Rekat Indonesia Dukung Program Pemberdayaan UMKM Pemprov DKI
Berita Terkini
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved