Dihajar Tarif Trump, Jeep Tekor Rp44 Triliun
Selasa, 22 Juli 2025 - 17:19 WIB
loading...
A
A
A
Perusahaan yang juga menaungi merek Peugeot, Citroen, dan Fiat ini jatuh ke dalam kerugian setelah mencatat biaya non-operasional sebesar 3,3 miliar euro. Biaya tersebut terutama berasal dari pembatalan sejumlah program, penurunan nilai aset platform produksi, serta dampak bersih dari regulasi baru AS yang menghapus penalti CAFE (Corporate Average Fuel Economy) dan biaya restrukturisasi.
Baca Juga: Negosiasi Dagang AS-China Memanas, Sasar Pembelian Minyak Rusia dan Iran
Perubahan kebijakan energi dan iklim yang diadopsi pemerintah AS belakangan ini juga memaksa banyak produsen otomotif global untuk melakukan penyesuaian besar, baik dalam investasi maupun struktur bisnis mereka.
Hingga saat ini, Stellantis belum merilis rincian strategi lanjutan untuk mengatasi tekanan di pasar AS. Namun, perusahaan menyatakan tengah mengkaji langkah-langkah restrukturisasi guna memulihkan profitabilitas pada paruh kedua tahun ini. Stellantis berkomitmen untuk mencari solusi yang efektif agar dapat kembali bersaing di pasar otomotif yang semakin ketat.
Baca Juga: Negosiasi Dagang AS-China Memanas, Sasar Pembelian Minyak Rusia dan Iran
Perubahan kebijakan energi dan iklim yang diadopsi pemerintah AS belakangan ini juga memaksa banyak produsen otomotif global untuk melakukan penyesuaian besar, baik dalam investasi maupun struktur bisnis mereka.
Hingga saat ini, Stellantis belum merilis rincian strategi lanjutan untuk mengatasi tekanan di pasar AS. Namun, perusahaan menyatakan tengah mengkaji langkah-langkah restrukturisasi guna memulihkan profitabilitas pada paruh kedua tahun ini. Stellantis berkomitmen untuk mencari solusi yang efektif agar dapat kembali bersaing di pasar otomotif yang semakin ketat.
(nng)
Lihat Juga :