Lampaui Target, Realisasi Investasi KEK 2024 Capai Rp90,1 Triliun
Selasa, 22 Juli 2025 - 20:15 WIB
loading...
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani menyatakan realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sepanjang 2024 mencapai Rp90,1 triliun. Nilai tersebut melampaui target yang ditetapkan.
"Realisasi KEK sepanjang 2024 itu Rp90,1 triliun, melampaui target yang ditetapkan di Tahun 2024. Jadi, kita melewati target 2024," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/7).
Baca Juga: Daftar 10 Investasi yang Disepakati Indonesia-Arab Saudi Senilai Rp438 Triliun
Selain nilai investasi, Rosan menuturkan penyerapan tenaga kerja juga menunjukkan capaian positif. Rosan melanjutkan bahwa pada 2024, jumlah tenaga kerja yang terserap di KEK mencapai 47.747 orang, melampaui target sebanyak 38.953 orang.
Dia juga menyampaikan, terdapat tambahan 72 pelaku usaha baru yang beroperasi di KEK selama periode Januari hingga Desember 2024.
"Tetapi keseluruhan dari 2012 sampai 2024 capaian konglatif di KEK itu Rp263,4 triliun. Dengan jumlah pelaku usaha 403. Dan penyerapan tanaga kerjanya itu selama 2012 sampai 2024 itu 160.874," jelas dia.
Dia menegaskan pemerintah memprioritaskan investasi dalam negeri di tengah beredar kabar isu negosiasi dengan Amerika Serikat terkait rencana investasi yang dikabarkan mencapai Rp130 Triliun. "Ya kita evaluasi semua investasi, kita kan fokusnya di Indonesia dulu ya," kata Rosan.
Rosan menjelaskan, pemerintah menerapkan pendekatan proporsional dalam pengelolaan investasi luar negeri, dengan komposisi sekitar 80% difokuskan di dalam negeri dan 20% sisanya di luar negeri.
"Tetapi memang ada porsi kita, kita bilangnya 80%-20%, investasi 80% fokus di Indonesia, 20% di luar Indonesia. Kita lihat semua tidak hanya di Amerika tetapi juga di negara-negara lain," ujar dia.
Baca Juga: Industri China Tertekan Tarif AS, Gerus Laba hingga Picu PHK Massal
Lebih lanjut, investasi yang dilakukan harus memenuhi beberapa kriteria utama. Di antaranya, transfer teknologi, penciptaan lalangan pekerjaan.
"Yang penting bagi kami investasi itu ada transfer teknologi, dan juga ada penciptaan lapangan pekerjaan dan returnnya sesuai dengan benchmark yang kita bikin yaitu di atas cost of capital. Jadi kita lihat semua," jelasnya.
"Realisasi KEK sepanjang 2024 itu Rp90,1 triliun, melampaui target yang ditetapkan di Tahun 2024. Jadi, kita melewati target 2024," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/7).
Baca Juga: Daftar 10 Investasi yang Disepakati Indonesia-Arab Saudi Senilai Rp438 Triliun
Selain nilai investasi, Rosan menuturkan penyerapan tenaga kerja juga menunjukkan capaian positif. Rosan melanjutkan bahwa pada 2024, jumlah tenaga kerja yang terserap di KEK mencapai 47.747 orang, melampaui target sebanyak 38.953 orang.
Dia juga menyampaikan, terdapat tambahan 72 pelaku usaha baru yang beroperasi di KEK selama periode Januari hingga Desember 2024.
"Tetapi keseluruhan dari 2012 sampai 2024 capaian konglatif di KEK itu Rp263,4 triliun. Dengan jumlah pelaku usaha 403. Dan penyerapan tanaga kerjanya itu selama 2012 sampai 2024 itu 160.874," jelas dia.
Dia menegaskan pemerintah memprioritaskan investasi dalam negeri di tengah beredar kabar isu negosiasi dengan Amerika Serikat terkait rencana investasi yang dikabarkan mencapai Rp130 Triliun. "Ya kita evaluasi semua investasi, kita kan fokusnya di Indonesia dulu ya," kata Rosan.
Rosan menjelaskan, pemerintah menerapkan pendekatan proporsional dalam pengelolaan investasi luar negeri, dengan komposisi sekitar 80% difokuskan di dalam negeri dan 20% sisanya di luar negeri.
"Tetapi memang ada porsi kita, kita bilangnya 80%-20%, investasi 80% fokus di Indonesia, 20% di luar Indonesia. Kita lihat semua tidak hanya di Amerika tetapi juga di negara-negara lain," ujar dia.
Baca Juga: Industri China Tertekan Tarif AS, Gerus Laba hingga Picu PHK Massal
Lebih lanjut, investasi yang dilakukan harus memenuhi beberapa kriteria utama. Di antaranya, transfer teknologi, penciptaan lalangan pekerjaan.
"Yang penting bagi kami investasi itu ada transfer teknologi, dan juga ada penciptaan lapangan pekerjaan dan returnnya sesuai dengan benchmark yang kita bikin yaitu di atas cost of capital. Jadi kita lihat semua," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :