Lion Parcel Terapkan Logistik Halal usai Kantongi Sertifikasi BPJPH
Rabu, 23 Juli 2025 - 22:15 WIB
loading...
Perusahaan jasa pengiriman Lion Parcel mulai menerapkan sistem logistik halal secara menyeluruh setelah resmi mengantongi sertifikasi dari BPJPH. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Perusahaan jasa pengiriman Lion Parcel mulai menerapkan sistem logistik halal secara menyeluruh setelah resmi mengantongi sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Sertifikasi ini menandai komitmen Lion Parcel dalam mendukung ekosistem halal nasional melalui layanan logistik yang sesuai prinsip syariah.
Chief Compliance and Network Officer Lion Parcel, Victor Ary Subekti, mengatakan perusahaan kini mulai memisahkan penanganan antara paket halal dan non-halal, guna memastikan tidak terjadi kontaminasi silang selama proses pengiriman.
"Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri halal, terutama di sektor makanan, kosmetik, farmasi, dan UMKM. Lion Parcel memainkan peran penting dalam menjaga kehalalan produk dari sisi penyimpanan hingga distribusi," ujar Victor dalam keterangan resmi, Rabu (23/7).
Baca Juga: Lion Parcel Catat 5.000 Pendaftar Mitra Agen Baru Tiap Bulan
Victor menjelaskan bahwa prosedur halal dimulai sejak tahap awal penerimaan barang. Mitra agen yang pertama kali menerima paket bertugas mengidentifikasi barang non-halal, yang kemudian dipisahkan dengan ketat sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).
"Dengan alur kerja yang sudah terstandarisasi, Lion Parcel berupaya menjaga integritas layanan halal dari hulu ke hilir," ujarnya.
Pada layanan pemenuhan pesanan LILO by Lion Parcel, sistem logistik halal diterapkan melalui pemisahan fisik yang ketat antara produk halal dan non-halal. Produk non-halal dari mitra brand akan diidentifikasi sejak awal, lalu disimpan secara terpisah menggunakan sistem rak (racking) dan perlakuan operasional berbeda sesuai standar SJPH.
Ia menekankan, setiap produk yang dikelola LILO by Lion Parcel dijamin kehalalannya selama berada dalam sistem pemenuhan. Mulai dari penerimaan barang, penyimpanan, pengemasan, hingga pengiriman dilakukan sesuai prosedur halal.
Untuk menjamin implementasi berjalan optimal, Lion Parcel akan melakukan sosialisasi berkelanjutan kepada pelanggan dan mitra operasional. Selain itu, pelatihan internal dan penyempurnaan SOP akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen terhadap sistem halal.
"Langkah ini juga bertujuan mendukung inisiatif pemerintah dalam membangun ekosistem halal nasional yang terintegrasi, terutama melalui jalur logistik yang sesuai syariah," jelas Victor.
Baca Juga: Teknologi AI Tingkatkan Efisiensi Industri Logistik Maritim
Dia menambahkan, layanan logistik halal Lion Parcel dapat diakses pelanggan di seluruh Indonesia, termasuk pelaku usaha di wilayah terpencil. Ini diharapkan dapat membuka peluang pertumbuhan sektor industri halal yang lebih merata di berbagai daerah.
"Dengan layanan logistik yang telah tersertifikasi halal, Lion Parcel membantu memastikan produk pelanggan tetap terjaga kehalalannya hingga tiba di tangan konsumen. Hal ini penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas dan integritas produk yang mereka terima," pungkas Victor.
Chief Compliance and Network Officer Lion Parcel, Victor Ary Subekti, mengatakan perusahaan kini mulai memisahkan penanganan antara paket halal dan non-halal, guna memastikan tidak terjadi kontaminasi silang selama proses pengiriman.
"Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri halal, terutama di sektor makanan, kosmetik, farmasi, dan UMKM. Lion Parcel memainkan peran penting dalam menjaga kehalalan produk dari sisi penyimpanan hingga distribusi," ujar Victor dalam keterangan resmi, Rabu (23/7).
Baca Juga: Lion Parcel Catat 5.000 Pendaftar Mitra Agen Baru Tiap Bulan
Victor menjelaskan bahwa prosedur halal dimulai sejak tahap awal penerimaan barang. Mitra agen yang pertama kali menerima paket bertugas mengidentifikasi barang non-halal, yang kemudian dipisahkan dengan ketat sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).
"Dengan alur kerja yang sudah terstandarisasi, Lion Parcel berupaya menjaga integritas layanan halal dari hulu ke hilir," ujarnya.
Pada layanan pemenuhan pesanan LILO by Lion Parcel, sistem logistik halal diterapkan melalui pemisahan fisik yang ketat antara produk halal dan non-halal. Produk non-halal dari mitra brand akan diidentifikasi sejak awal, lalu disimpan secara terpisah menggunakan sistem rak (racking) dan perlakuan operasional berbeda sesuai standar SJPH.
Ia menekankan, setiap produk yang dikelola LILO by Lion Parcel dijamin kehalalannya selama berada dalam sistem pemenuhan. Mulai dari penerimaan barang, penyimpanan, pengemasan, hingga pengiriman dilakukan sesuai prosedur halal.
Untuk menjamin implementasi berjalan optimal, Lion Parcel akan melakukan sosialisasi berkelanjutan kepada pelanggan dan mitra operasional. Selain itu, pelatihan internal dan penyempurnaan SOP akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen terhadap sistem halal.
"Langkah ini juga bertujuan mendukung inisiatif pemerintah dalam membangun ekosistem halal nasional yang terintegrasi, terutama melalui jalur logistik yang sesuai syariah," jelas Victor.
Baca Juga: Teknologi AI Tingkatkan Efisiensi Industri Logistik Maritim
Dia menambahkan, layanan logistik halal Lion Parcel dapat diakses pelanggan di seluruh Indonesia, termasuk pelaku usaha di wilayah terpencil. Ini diharapkan dapat membuka peluang pertumbuhan sektor industri halal yang lebih merata di berbagai daerah.
"Dengan layanan logistik yang telah tersertifikasi halal, Lion Parcel membantu memastikan produk pelanggan tetap terjaga kehalalannya hingga tiba di tangan konsumen. Hal ini penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas dan integritas produk yang mereka terima," pungkas Victor.
(nng)
Lihat Juga :