Raksasa Mobil Jerman Boncos Rp189,6 Triliun Dihantui Tarif AS, Ekonomi Diramal Mandek
Rabu, 30 Juli 2025 - 22:56 WIB
loading...
A
A
A
Kesepakatan UE-AS yang dicapai selama pertemuan antara Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dipuji oleh keduanya sebagai terobosan yang "kuat" dan "menstabilkan". Namun, hal ini memicu reaksi negatif di seluruh blok.
Beberapa pejabat UE menyebutnya "skandal" dan "bencana," bahkan mengklaim bahwa negosiasi tersebut gagal untuk mendapatkan konsesi dari AS. Federasi Industri Jerman menyebutnya sebagai "kompromi yang tidak memadai," dengan pemotongan tarif sebagai "satu-satunya aspek positif."
Baca Juga: Dampak Mencolok Tarif Uni Eropa terhadap Ekspor Mobil Listrik China
Penurunan sektor otomotif Jerman memperdalam kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi manufaktur terbesar di UE itu, yang mengalami resesi tahun lalu. Sedangkan IMF telah meramalkan pertumbuhan nol untuk ekonomi Jerman tahun ini, diprediksi bahwa Jerman akan menjadi satu-satunya negara G7 yang terhenti pertumbuhannya.
Beberapa pejabat UE menyebutnya "skandal" dan "bencana," bahkan mengklaim bahwa negosiasi tersebut gagal untuk mendapatkan konsesi dari AS. Federasi Industri Jerman menyebutnya sebagai "kompromi yang tidak memadai," dengan pemotongan tarif sebagai "satu-satunya aspek positif."
Baca Juga: Dampak Mencolok Tarif Uni Eropa terhadap Ekspor Mobil Listrik China
Penurunan sektor otomotif Jerman memperdalam kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi manufaktur terbesar di UE itu, yang mengalami resesi tahun lalu. Sedangkan IMF telah meramalkan pertumbuhan nol untuk ekonomi Jerman tahun ini, diprediksi bahwa Jerman akan menjadi satu-satunya negara G7 yang terhenti pertumbuhannya.
(akr)
Lihat Juga :