Dapat Perlakuan Khusus, Tarif CPO dan Nikel Masuk AS Kurang dari 19%

Jum'at, 01 Agustus 2025 - 14:54 WIB
loading...
A A A
Negosiasi penurunan tarif tersebut dilakukan secara komprehensif dalam lima paket kerja sama yang ditawarkan Indonesia kepada AS, mencakup bidang perdagangan, investasi, layanan digital, ekonomi strategis, serta tata kelola data pribadi.

"Lima paket ini disambut positif oleh AS. Kita menjadi negara pertama yang memberikan respons tertulis terhadap kebijakan liberalisasi tarif mereka," ujar Airlangga.

Lebih lanjut, penurunan tarif tidak dilakukan melalui skema barter, sebagaimana isu yang sempat beredar di media sosial. "Pembelian 50 pesawat Boeing oleh Garuda Indonesia tidak ada kaitannya dengan negosiasi penurunan tarif. Itu murni berdasarkan kebutuhan nasional," tandasnya.

Khusus kelapa sawit, Airlangga menyatakan, pemerintah sedang mendorong agar tarif bisa ditekan lebih jauh, bahkan mendekati nol persen. "Amerika cenderung memberikan tarif rendah untuk barang yang tidak bisa mereka produksi sendiri. Sawit termasuk di antaranya. Kami sedang negosiasi agar tarifnya bisa sangat rendah," jelasnya.

Sementara untuk produk berbasis nikel, AS disebut menginginkan akses terhadap processed mineral atau mineral olahan yang telah melalui tahap industri lanjutan. Produk seperti ini sebelumnya dikenai tarif hingga 50 persen karena termasuk sektor sensitif. "Kita usulkan agar tarifnya bisa turun karena termasuk dalam kategori critical mineral," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Intervensi Rupiah Kuras...
Intervensi Rupiah Kuras Cadangan Devisa Rp37 Triliun per Bulan, Sistem Keuangan Dinilai Tak Sehat
Rupiah Tertekan, Ichsanuddin...
Rupiah Tertekan, Ichsanuddin Noorsy: Beban Fiskal dan Sektor Riil Kian Berat
Bertemu PM Belarus,...
Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi
Airlangga Kunjungi Belarus,...
Airlangga Kunjungi Belarus, Bidik Kerja Sama Teknologi Modern Alat Pertanian
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, China dan India Terancam Gagal Panen Imbas Kelangkaan Pupuk
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Misteri Rumah Rimar...
Misteri Rumah Rimar Idol Terungkap! Sosok Bermuka Batu Bertaring Pernah Muncul di Depannya
The Sacred Riana Akhirnya...
The Sacred Riana Akhirnya Cerita, Sosok Ini Masih Jadi Tanda Tanya
Rekomendasi
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Garda Prabowo: Penyampaian...
Garda Prabowo: Penyampaian Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi Kurang Beradab
Berita Terkini
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved