Gawat! Amerika Serikat Berada di Tepi Jurang Resesi Ekonomi
Rabu, 06 Agustus 2025 - 07:25 WIB
loading...
A
A
A
“Pengeluaran konsumen stagnan, sektor konstruksi dan manufaktur menyusut, dan lapangan pekerjaan diprediksi akan jatuh," sambungnya.
Dia memperingatkan, bahwa inflasi yang berada di atas target membuat Federal Reserve (bank sentral AS) memiliki sedikit ruang untuk menghidupkan kembali pertumbuhan, terutama di bawah kebijakan Trump.
"Tidak ada misteri mengapa ekonomi mengalami kesulitan; salahkan kenaikan tarif AS dan kebijakan imigrasi yang sangat ketat,” kata Zandi.
“Tarif ini semakin menggerogoti keuntungan perusahaan-perusahaan Amerika dan daya beli rumah tangga Amerika. Lebih sedikit pekerja imigran berarti ekonomi yang lebih kecil," bebernya.
Sejak kembali ke Gedung Putih, Trump telah memperketat pembatasan terhadap imigrasi ilegal, merencanakan untuk mendeportasi 4 juta orang selama empat tahun – langkah yang banyak diperingatkan akan memicu kekurangan tenaga kerja yang parah.
Dia juga telah memberlakukan tarif pada ratusan mitra dagang AS, menjadikannya sebagai strategi "resiprokal" untuk mendapatkan syarat perdagangan yang lebih baik, melindungi pekerjaan, menghidupkan kembali manufaktur, mengurangi defisit, dan mendanai keringanan pajak.
Dia memperingatkan, bahwa inflasi yang berada di atas target membuat Federal Reserve (bank sentral AS) memiliki sedikit ruang untuk menghidupkan kembali pertumbuhan, terutama di bawah kebijakan Trump.
"Tidak ada misteri mengapa ekonomi mengalami kesulitan; salahkan kenaikan tarif AS dan kebijakan imigrasi yang sangat ketat,” kata Zandi.
“Tarif ini semakin menggerogoti keuntungan perusahaan-perusahaan Amerika dan daya beli rumah tangga Amerika. Lebih sedikit pekerja imigran berarti ekonomi yang lebih kecil," bebernya.
Sejak kembali ke Gedung Putih, Trump telah memperketat pembatasan terhadap imigrasi ilegal, merencanakan untuk mendeportasi 4 juta orang selama empat tahun – langkah yang banyak diperingatkan akan memicu kekurangan tenaga kerja yang parah.
Dia juga telah memberlakukan tarif pada ratusan mitra dagang AS, menjadikannya sebagai strategi "resiprokal" untuk mendapatkan syarat perdagangan yang lebih baik, melindungi pekerjaan, menghidupkan kembali manufaktur, mengurangi defisit, dan mendanai keringanan pajak.
Lihat Juga :