Mengungkap Strategi Jitu Bangun Kepercayaan Digital Nasabah
Selasa, 12 Agustus 2025 - 16:58 WIB
loading...
Namun di balik kemudahan layanan perbankan digital, risiko kejahatan siber seperti identity fraud semakin mengintai, terlebih dengan maraknya penyalahgunaan teknologi deepfake AI. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Layanan perbankan digital di Indonesia terus berkembang pesat, seiring perubahan perilaku nasabah yang menuntut akses cepat, praktis, dan terintegrasi. Namun di balik kemudahan ini, risiko kejahatan siber seperti identity fraud semakin mengintai, terlebih dengan maraknya penyalahgunaan teknologi deepfake AI.
Menyikapi hal ini, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bersama Privy menggelar Online Fintech Talk bertema “Fighting Digital Fraud: Membangun Digital Trust Layanan Perbankan melalui Inovasi Identitas Digital” baru-baru ini di Jakarta. Kegiatan ini diikuti lebih dari 80 peserta dari sektor perbankan, fintech, teknologi, dan masyarakat umum.
Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran akan ancaman fraud digital, mengedukasi peran teknologi identitas digital dan AI dalam pencegahannya, serta mendorong kolaborasi antara regulator, perbankan, dan fintech untuk membangun digital trust yang kokoh. Baca Juga: Digital Fraud Layanan Keuangan Bukan Ancaman Masa Depan, Melainkan Realitas Hari Ini
Dalam beberapa tahun terakhir, inovasi layanan perbankan digital telah menjangkau berbagai kebutuhan masyarakat: mulai dari pembukaan rekening, proses onboarding, pembayaran, transaksi e-commerce, pengajuan pinjaman, investasi, hingga pengelolaan keuangan. Semua ini dapat dilakukan secara mudah, cepat, dan dari mana saja.
![Mengungkap Strategi Jitu Bangun Kepercayaan Digital Nasabah]()
Namun di tengah pertumbuhan ini, literasi masyarakat belum sepenuhnya memadai. Data menunjukkan Indeks Literasi Keuangan Indonesia 2025 baru mencapai 66,46%, sedangkan Indeks Literasi Digital 2024 berada di angka 3,78 dari skala 5.
Menyikapi hal ini, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bersama Privy menggelar Online Fintech Talk bertema “Fighting Digital Fraud: Membangun Digital Trust Layanan Perbankan melalui Inovasi Identitas Digital” baru-baru ini di Jakarta. Kegiatan ini diikuti lebih dari 80 peserta dari sektor perbankan, fintech, teknologi, dan masyarakat umum.
Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran akan ancaman fraud digital, mengedukasi peran teknologi identitas digital dan AI dalam pencegahannya, serta mendorong kolaborasi antara regulator, perbankan, dan fintech untuk membangun digital trust yang kokoh. Baca Juga: Digital Fraud Layanan Keuangan Bukan Ancaman Masa Depan, Melainkan Realitas Hari Ini
Dalam beberapa tahun terakhir, inovasi layanan perbankan digital telah menjangkau berbagai kebutuhan masyarakat: mulai dari pembukaan rekening, proses onboarding, pembayaran, transaksi e-commerce, pengajuan pinjaman, investasi, hingga pengelolaan keuangan. Semua ini dapat dilakukan secara mudah, cepat, dan dari mana saja.

Namun di tengah pertumbuhan ini, literasi masyarakat belum sepenuhnya memadai. Data menunjukkan Indeks Literasi Keuangan Indonesia 2025 baru mencapai 66,46%, sedangkan Indeks Literasi Digital 2024 berada di angka 3,78 dari skala 5.
Lihat Juga :