Menyoroti Pergerakan Ekonomi Rakyat Jelang HUT RI ke-80
Rabu, 13 Agustus 2025 - 19:29 WIB
loading...
A
A
A
"Masalah sekolah-sekolah itu ditinggalkan, karena kurangnya fasilitas, kurangnya guru, kurikulumnya tidak berkembang. Lalu kenapa tidak memperbaiki yang ada. Renew saja harusnya. Saya khawatir, dengan sistem gratis pada Sekolah Rakyat, akan semakin mematikan sekolah inpres yang kondisinya semakin memburuk," ucapnya lagi.
Dan yang paling puncak adalah Danantara . Konsep yang pernah dikemukakan oleh ayah dari Presiden Prabowo Subianto, Soemitro Djojohadikusumo --yang notabene adalah seorang ekonom dan politisi Indonesia serta mantan Ketua Umum Partai Sosialis Indonesia-- yang memimpikan konsep ekonomi state-led development.
"Negara-negara Skandinavia dan Jepang berhasil dengan sistem tersebut. Yang perlu ditekankan, sistem ini membutuhkan sistem politik yang tidak transaksional. Sistem yang tidak mengizinkan kebocoran sedikit pun. Sementara dari hasil penelitian saya, kebocoran APBN saat ini mencapai 40 hingga 57 persen. Lebih bocor dibandingkan era Soeharto. Kalau mau berhasil, pemerintah harus serius memberantas korupsi," tegas Prof Didin.
Soemitro menyatakan agar memilih 6 BUMN terbaik untuk dijadikan alat kesejahteraan rakyat. Sovereign wealth fund seperti ini, menurutnya adalah hal yang luar biasa.
"Dana abadi negara yang bersumber dari aset dan omset dari sekitar 1.000 BUMN dengan aset total Rp15.000 triliun yang diserahkan, atas dasar UU 1 Tahun 2025. Kemarin itu ada Rp90 triliun dividen BUMN yang diserahkan ke Danantara. Sebelumnya Rp80 triliun. Tambahan lagi ada pernyataan dari politisi PDIP, bahwa Danantara meminjam 10 miliar Dollar ke Bank Asing. Pertanyaannya, kerugian mis-management Danantara kan tidak bisa dipidanakan, jadi kok seperti entitas swasta," ujarnya.
Saat dikaitkan dengan Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945, bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk kesejahteraan rakyat, yang jika diaplikasikan kepada BUMN, maka fungsi BUMN adalah sebagai public service obligation dan CSR.
Dan yang paling puncak adalah Danantara . Konsep yang pernah dikemukakan oleh ayah dari Presiden Prabowo Subianto, Soemitro Djojohadikusumo --yang notabene adalah seorang ekonom dan politisi Indonesia serta mantan Ketua Umum Partai Sosialis Indonesia-- yang memimpikan konsep ekonomi state-led development.
"Negara-negara Skandinavia dan Jepang berhasil dengan sistem tersebut. Yang perlu ditekankan, sistem ini membutuhkan sistem politik yang tidak transaksional. Sistem yang tidak mengizinkan kebocoran sedikit pun. Sementara dari hasil penelitian saya, kebocoran APBN saat ini mencapai 40 hingga 57 persen. Lebih bocor dibandingkan era Soeharto. Kalau mau berhasil, pemerintah harus serius memberantas korupsi," tegas Prof Didin.
Soemitro menyatakan agar memilih 6 BUMN terbaik untuk dijadikan alat kesejahteraan rakyat. Sovereign wealth fund seperti ini, menurutnya adalah hal yang luar biasa.
"Dana abadi negara yang bersumber dari aset dan omset dari sekitar 1.000 BUMN dengan aset total Rp15.000 triliun yang diserahkan, atas dasar UU 1 Tahun 2025. Kemarin itu ada Rp90 triliun dividen BUMN yang diserahkan ke Danantara. Sebelumnya Rp80 triliun. Tambahan lagi ada pernyataan dari politisi PDIP, bahwa Danantara meminjam 10 miliar Dollar ke Bank Asing. Pertanyaannya, kerugian mis-management Danantara kan tidak bisa dipidanakan, jadi kok seperti entitas swasta," ujarnya.
Saat dikaitkan dengan Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945, bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk kesejahteraan rakyat, yang jika diaplikasikan kepada BUMN, maka fungsi BUMN adalah sebagai public service obligation dan CSR.
Lihat Juga :