Tiga Bank Raksasa Singapura Terpukul Tarif AS, Laba Anjlok di Paruh Pertama Tahun Ini

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:12 WIB
loading...
Tiga Bank Raksasa Singapura...
Tiga bank terbesar di Singapura yaitu DBS, OCBC, dan UOB melaporkan penurunan laba bersih pada paruh pertama tahun 2025. FOTO/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Tiga bank terbesar di Singapura yaitu DBS, OCBC, dan UOB melaporkan penurunan laba bersih pada paruh pertama tahun 2025 dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Meski demikian, ketiganya tetap mempertahankan neraca keuangan yang kuat dan kesiapan menghadapi risiko terkait tarif Amerika Serikat (AS), menurut laporan Moody’s Ratings yang dirilis pada 11 Agustus 2025.

Laba bersih DBS, OCBC, dan UOB menurun dari level puncak sebelumnya dengan rasio pengembalian aset rata-rata (ROAA) yang turun menjadi 1,1%-1,4% pada semester I-2025, dari 1,1%-1,5% di periode yang sama pada 2024. Penurunan profitabilitas ini terutama didorong kompresi margin bunga bersih (NIM) akibat penurunan suku bunga acuan dolar Singapura (SGD) dan dolar Hong Kong (HKD).

Baca Juga: China dan AS Adem Ayem, Trump Resmi Perpanjang Gencatan Tarif 90 Hari

Selain itu, ketiga bank ini juga mengalami kenaikan biaya kredit yang tercermin dari peningkatan penyisihan cadangan kerugian pinjaman preventif. Dikutip dari Asian Banking & Finance, peningkatan beban pajak penghasilan juga terjadi seiring diberlakukannya tarif pajak korporasi global minimum baru Singapura sebesar 15%.

Moody's memperkirakan dampak langsung tarif AS terhadap portofolio pinjaman bank-bank Singapura ini bersifat terbatas. Namun, efek sekunder yang menimbulkan ketidakpastian masih sulit diukur, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.

Kualitas aset ketiga institusi perbankan ini relatif stabil, dengan rasio penutup kredit bermasalah (NPL) dan rasio penutup aset bermasalah (NPA) yang tidak banyak berubah dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio penutup likuiditas (LCR) dan rasio pendanaan stabil bersih (NSFR) ketiganya masih jauh di atas batas minimum regulasi yang diwajibkan otoritas Moneter Singapura (MAS).

DBS melaporkan, laba bersih sebesar SGD5,72 miliar atau turun sekitar 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. OCBC mencatatkan laba SGD3,70 miliar, menurun 6%, sementara UOB mencatat laba SGD2,83 miliar, turun 3%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Rekomendasi
Menhaj Minta BPKH Cairkan...
Menhaj Minta BPKH Cairkan Rp4 Triliun untuk DP Layanan Haji 2027 ke Arab Saudi
Mendikdasmen Kunjungi...
Mendikdasmen Kunjungi SDN Srengseng Sawah 15 Pascateror Bom, Pastikan MPLS Tetap Aman
Birdman Tayang di VISION+,...
Birdman Tayang di VISION+, Simak Sinopsis Film Drama Komedi Dibintangi Michael Keaton
Berita Terkini
Tren Global Tokenisasi...
Tren Global Tokenisasi Aset Menguat, RWA Jadi Motor Baru Industri Kripto
INDEF: Wacana Layer...
INDEF: Wacana Layer Cukai Rokok Murah Berisiko Tekan Penerimaan Negara
8 Juta Sertifikat Tanah...
8 Juta Sertifikat Tanah Gratis Bakal Diterbitkan untuk MBR, Intip Tiga Kategorinya
Pemanfaatan Big Data...
Pemanfaatan Big Data Analytics di Perusahaan Reasuransi
IHSG Ditutup Bertahan...
IHSG Ditutup Bertahan di Level 6.039, Ada 439 Saham Menguat
LKPP 2025 Raih Opini...
LKPP 2025 Raih Opini WTP dengan Defisit Terkendali, Purbaya Selesaikan Temuan BPK
Infografis
6 Alasan Ribuan Narapidana...
6 Alasan Ribuan Narapidana Masuk Islam di Penjara AS Setiap Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved