Kilas Balik Hubungan AS-Rusia, Akankah Bisnis Kedua Negara Kembali Bersemi di Era Trump?

Minggu, 17 Agustus 2025 - 09:51 WIB
loading...
A A A
Kebijakan luar biasa seperti batas harga minyak Rusia yang diberlakukan oleh Kelompok Tujuh (G7) pada 2022 juga akan sulit dicabut tanpa dukungan internasional. Batas harga ini dirancang untuk memangkas pendapatan Moskow sambil tetap memastikan pasokan minyak mengalir ke pasar global.

Terhambat Uni Eropa

Selain sanksi energi, tantangan lain juga datang dari sektor perbankan. Sistem perbankan Rusia telah terputus dari jaringan global utama. Tak lama setelah invasi, AS, Uni Eropa, Inggris, dan Kanada secara kolektif melarang sejumlah bank Rusia dari layanan pesan SWIFT, jaringan yang menghubungkan ribuan lembaga keuangan di seluruh dunia.

Menurut peneliti Janis Kluge dari German Institute for International and Security Affairs, AS tidak dapat mengizinkan kembali bank-bank Rusia ke jaringan SWIFT tanpa persetujuan Uni Eropa, karena SWIFT berbasis di Belgia.

Kondisi korupsi di Rusia juga menjadi hambatan serius. Organisasi nirlaba Transparency International menempatkan Rusia di peringkat 136 dari 180 negara dalam hal persepsi korupsi sektor publik pada 2021, setara dengan Liberia.

Gagasan Trump untuk berbisnis kembali dengan Rusia bisa menjadi sangat rumit. Langkah ini membutuhkan lebih dari sekadar kesepakatan diplomatik, tetapi juga perubahan besar dalam kebijakan sanksi, hubungan internasional, dan perbaikan fundamental dalam sistem ekonomi Rusia itu sendiri.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Rekomendasi
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Inggris vs DR Kongo:...
Inggris vs DR Kongo: Laga Berat Sebelah
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved