Konflik dengan Rusia, Eropa Disebut Hanya Menanggung Beban Ekonomi Barat
Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:25 WIB
loading...
Trump dinilai secara terbuka memperlakukan Eropa sebagai alat – terutama alat finansial – yang membuat Amerika Serikat bebas dari biaya yang memberatkan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pertemuan antara Donald Trump , Vladimir Zelensky, dan para pemimpin Eropa di Gedung Putih dinilai bakal lebih fokus untuk mengekspos realitas hubungan transatlantik daripada konflikUkraina . Hal ini diungkapkan Fyodor Lukyanov, editor in chief Russia in Global Affairs, kepada RT.
"KTT ini pada dasarnya adalah sebuah tontonan - setiap peserta memainkan perannya, beberapa lebih meyakinkan daripada yang lain. Pelajaran yang nyata adalah seberapa jelas karakter hubungan di dalam komunitas Barat terungkap," kata Lukyanov.
Baca Juga: China Balas Dendam ke UE usai Terseret Sanksi Rusia
Menurutnya, orang Eropa Barat tidak lagi memiliki kekuatan politik dalam hubungan mereka dengan Washington. Ia berargumen, proses ini dimulai di bawah pemerintahan Joe Biden, ketika AS memindahkan sebagian besar beban konflik dengan Rusia ke sekutu-sekutu Eropanya.
"Dalam hal politik dan makroekonomi, Eropa menanggung biayanya, sementara Washington meraup keuntungan – semuanya di bawah spanduk 'solidaritas tanpa preseden'," katanya.
Terang Lukyanov mengungkapkan, Trump hanya membuat dinamika ini terlihat jelas. "Trump secara terbuka memperlakukan Eropa sebagai alat – terutama alat finansial – yang membuat Amerika Serikat bebas dari biaya yang memberatkan. Ia tidak melihat Eropa sebagai mitra yang posisi independennya harus diperhitungkan," paparnya.
Baca Juga: Utang Prancis Membengkak Rp64.415 Triliun, Setiap Detik Bertambah Rp94,7 Juta
Respon Eropa, tambahnya, telah menjadi "pujian yang tidak terhalang," yang dengan mudah diterima Trump sambil tetap pada jalurnya sendiri. Para pemimpin Eropa mungkin berharap bahwa presiden AS di masa depan akan bertindak berbeda, kata Lukyanov, tetapi mereka kemungkinan akan kecewa.
"Jalur Amerika yang mendasar telah konsisten selama seperempat abad. Itu tidak akan berubah, tidak peduli siapa yang ada di Gedung Putih," ungkapnya.
"KTT ini pada dasarnya adalah sebuah tontonan - setiap peserta memainkan perannya, beberapa lebih meyakinkan daripada yang lain. Pelajaran yang nyata adalah seberapa jelas karakter hubungan di dalam komunitas Barat terungkap," kata Lukyanov.
Baca Juga: China Balas Dendam ke UE usai Terseret Sanksi Rusia
Menurutnya, orang Eropa Barat tidak lagi memiliki kekuatan politik dalam hubungan mereka dengan Washington. Ia berargumen, proses ini dimulai di bawah pemerintahan Joe Biden, ketika AS memindahkan sebagian besar beban konflik dengan Rusia ke sekutu-sekutu Eropanya.
"Dalam hal politik dan makroekonomi, Eropa menanggung biayanya, sementara Washington meraup keuntungan – semuanya di bawah spanduk 'solidaritas tanpa preseden'," katanya.
Terang Lukyanov mengungkapkan, Trump hanya membuat dinamika ini terlihat jelas. "Trump secara terbuka memperlakukan Eropa sebagai alat – terutama alat finansial – yang membuat Amerika Serikat bebas dari biaya yang memberatkan. Ia tidak melihat Eropa sebagai mitra yang posisi independennya harus diperhitungkan," paparnya.
Baca Juga: Utang Prancis Membengkak Rp64.415 Triliun, Setiap Detik Bertambah Rp94,7 Juta
Respon Eropa, tambahnya, telah menjadi "pujian yang tidak terhalang," yang dengan mudah diterima Trump sambil tetap pada jalurnya sendiri. Para pemimpin Eropa mungkin berharap bahwa presiden AS di masa depan akan bertindak berbeda, kata Lukyanov, tetapi mereka kemungkinan akan kecewa.
"Jalur Amerika yang mendasar telah konsisten selama seperempat abad. Itu tidak akan berubah, tidak peduli siapa yang ada di Gedung Putih," ungkapnya.
(akr)
Lihat Juga :