China Siapkan Stablecoin Yuan, Mampukah Menggeser Dominasi Dolar AS?

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 08:23 WIB
loading...
A A A
Stablecoin yuan diyakini dapat melengkapi, bukan menggantikan yuan digital, yang sejauh ini belum banyak digunakan masyarakat. Dominasi platform pembayaran domestik seperti Alipay dan WeChat Pay membuat CBDC China sulit berkembang di pasar dalam negeri.

CEO perusahaan analitik blockchain ChainArgos, Patrick Tan, menyebut tantangan terbesar bagi stablecoin yuan adalah dominasi dolar dalam ekosistem stablecoin global. "Saat ini, 98 persen transaksi stablecoin menggunakan dolar AS," ujarnya.

Menurut Tan, mayoritas bursa kripto besar yang berbasis di Asiamasih mengandalkan stablecoin dolar sebagai mata uang utama dalam perdagangan aset kripto. "Jika China ingin membuat stablecoin yuan diminati, mereka harus terlebih dahulu menjadikan yuan lebih menarik, dan itu membutuhkan reformasi ekonomi dan politik yang besar," tambahnya.

Meski prospek stablecoin yuan menarik dari sisi geopolitik, sejumlah analis sepakat implementasinya tidak sederhana. Kepercayaan pasar terhadap dolar AS, likuiditas yang tinggi, dan keterbukaan sistem finansial AS masih menjadi keunggulan utama yang sulit disaingi yuan.

Baca Juga: Rusia Kembali Bombardir Ukraina Besar-besaran, Perusahaan AS Ikut Hancur
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Rekomendasi
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Kejagung Pastikan Proses...
Kejagung Pastikan Proses Etik Febrie Adriansyah Tunggu Perkara Pidana Inkrah
Program Magang Nasional,...
Program Magang Nasional, Strategi Pemerintah Tekan Angka Pengangguran
Berita Terkini
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved