Cukai Rokok Dinilai Lebih Menguntungkan Industri daripada Masyarakat

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 14:27 WIB
loading...
Cukai Rokok Dinilai...
Konferensi pers bertajuk Membaca RAPBN 2026: Target Penerimaan Cukai Rokok untuk Rakyat apa Pemerintah? di Jakarta. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Penerimaan negara dari cukai rokok yang terus menjadi andalan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 kembali menuai kritik. Sejumlah pakar menilai kebijakan tersebut lebih menguntungkan industri rokok ketimbang masyarakat yang menanggung biaya sosial dan kesehatan akibat konsumsi rokok.

Senior Advisor CHED ITBAD Mukhaer Pakkanna mengungkapkan bahwa industri rokok justru memperkaya diri dengan mengeksploitasi kelompok rentan. "Surplus ekonomi keluarga miskin banyak dialihkan ke industri rokok. Industri rokok menjadi kaya raya berkat kontribusi masyarakat miskin, petani tembakau, buruh industri, bahkan anak-anak yang menjadi konsumen," ujar Mukhaer dalam konferensi pers bertajuk "Membaca RAPBN 2026: Target Penerimaan Cukai Rokok untuk Rakyat apa Pemerintah?" di Jakarta, pekan ini.

Baca Juga: Cukai Rokok Tetap di 2025, tapi Harga Jual Eceran Naik

Ia menambahkan, tantangan terbesar pengendalian rokok di Indonesia bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga politik. "Industri rokok memiliki lobi politik yang kuat, bahkan hingga level desa. Intervensi industri tembakau (Tobacco Industry Interference/TII) menjadi hambatan utama dalam pengendalian tembakau," katanya.

Halik Sidik, salah satu narasumber, menyoroti ketimpangan penerimaan dan biaya yang harus ditanggung pemerintah daerah. "Biaya penanganan penyakit akibat rokok bisa mencapai Rp5,4 miliar per tahun, sementara pajak iklan rokok hanya sekitar Rp150 juta. Tidak rasional jika penerimaan jauh lebih kecil daripada biaya kerugian," jelas Halik.

Menurutnya, beban BPJS Kesehatan juga terus meningkat akibat klaim penyakit katastropik yang sebagian besar dipicu konsumsi rokok. “Empat penyakit dengan klaim terbesar adalah jantung, gagal ginjal, kanker, dan stroke. Ironisnya, sebagian besar pasien berasal dari kelas menengah-atas, sementara akses warga miskin ke BPJS masih rendah,” ujarnya.

Kepala Pusat Studi CHED ITBAD, Roosita Meilani Dewi, menyebut fenomena ekonomi rokok di Indonesia sebagai "Serakahnomics". "Industri rokok mengeksploitasi konsumen kecanduan dan mengunci masyarakat dalam pola konsumsi. Mereka sengaja menyasar anak-anak, remaja, perempuan, dan kelompok miskin. Industri meraup untung besar, sedangkan biaya kesehatan dan sosial dipindahkan ke masyarakat," papar Roosita.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Bea Cukai Sita Ribuan...
Bea Cukai Sita Ribuan Bal Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp53 Miliar
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Rekomendasi
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Berita Terkini
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved