Cukai Rokok Dinilai Lebih Menguntungkan Industri daripada Masyarakat
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 14:27 WIB
loading...
A
A
A
Ekonom Abdillah Ahsan menegaskan penurunan konsumsi rokok tidak akan merusak ekonomi nasional. “Jika masyarakat berhenti merokok, pengeluaran rumah tangga bisa dialihkan ke pendidikan, gizi, dan kebutuhan produktif lainnya. Dengan begitu, masyarakat akan lebih sehat dan produktif, sehingga daya tahan ekonomi semakin kuat,” kata Abdillah.
Baca Juga: CHED ITB-AD: Disorientasi Jokowi dalam Pengendalian Produk Hasil Tembakau
Sementara itu, pakar kesehatan masyarakat Lily S. Sulistyowati mengkritik paradigma pemerintah yang masih mengandalkan cukai rokok sebagai sumber penerimaan negara. “Biaya kesehatan akibat rokok 2–3 kali lipat lebih besar dibanding penerimaan cukainya,” ujarnya.
Lily menilai pendekatan pengendalian rokok seharusnya lebih mengedepankan pencegahan. "Public health harus fokus pada promotif dan preventif agar masyarakat sehat tetap sehat. Jika pengendalian tembakau tidak dilakukan secara serius, peningkatan anggaran kesehatan hanya ibarat menimba air di kapal bocor," pungkasnya.
Baca Juga: CHED ITB-AD: Disorientasi Jokowi dalam Pengendalian Produk Hasil Tembakau
Sementara itu, pakar kesehatan masyarakat Lily S. Sulistyowati mengkritik paradigma pemerintah yang masih mengandalkan cukai rokok sebagai sumber penerimaan negara. “Biaya kesehatan akibat rokok 2–3 kali lipat lebih besar dibanding penerimaan cukainya,” ujarnya.
Lily menilai pendekatan pengendalian rokok seharusnya lebih mengedepankan pencegahan. "Public health harus fokus pada promotif dan preventif agar masyarakat sehat tetap sehat. Jika pengendalian tembakau tidak dilakukan secara serius, peningkatan anggaran kesehatan hanya ibarat menimba air di kapal bocor," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :