Macron Dukung KTT BRICS India 2026, Sinyal Prancis Ingin Gabung?

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 21:00 WIB
loading...
Macron Dukung KTT BRICS...
Perdana Menteri India Narendra Modi disambut Presiden Prancis Emmanuel Macron saat tiba untuk menghadiri resepsi di Palais de lElysee di Paris pada Senin, 10 Februari 2025. FOTO/News Arena
A A A
JAKARTA - Prancis menyatakan dukungan terhadap Presidensi BRICS India pada tahun 2026 selama percakapan telepon antara Presiden Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Narendra Modi pada Kamis. Kedua pemimpin juga membahas konflik Rusia-Ukraina setelah pertemuan terbaru Trump dengan Putin di Alaska.

Macron berjanji untuk meningkatkan perdagangan dengan India di berbagai sektor yang penting bagi kedaulatan kedua negara. Dukungan terbuka Macron terhadap Presidensi BRICS India pada tahun 2026 datang pada saat Trump berusaha melemahkan aliansi tersebut.

Bukan hanya blok BRICS, Gedung Putih telah memberlakukan tarif terhadap hampir semua sekutunya di Eropa, termasuk Prancis. Tarif dan perang dagang ini membawa Barat dan Timur bersama-sama, termasuk Australia, mengirimkan sinyal campuran kepada China.

"Kami sepakat untuk bekerja sama secara erat dalam persiapan untuk kepresidenan Prancis di G7 dan kepresidenan India di BRICS pada 2026," tulis Macron di X, dikutip dari Watcher Guru, Sabtu (23/8).

Baca Juga: Simbol Perlawanan Dolar AS, Mata Uang BRICS Tampilkan Desain Unik

India akan menjadi tuan rumah KTT BRICS 2026, dan Prancis kemungkinan akan diundang untuk ikut serta dalam konferensi tersebut. Percakapan telepon yang ramah antara India dan Prancis, di mana Macron menyatakan dukungan terhadap kepresidenan India, mengindikasikan bahwa pemerintahan Modi mungkin akan mengirim undangan resmi kepada negara Eropa tersebut untuk menghadiri KTT.

Sebagaimana diketahui, Prancis sangat berminat untuk menghadiri KTT BRICS 2023 yang diadakan di Johannesburg, Afrika Selatan. Macron telah menyatakan minatnya untuk menghadiri KTT tersebut, namun minatnya ditolak oleh Menteri Luar Negeri Afrika Selatan, Naledi Pandor. Sumber internal menyebutkan bahwa China dan Rusia berada di balik penolakan Prancis untuk menghadiri KTT tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Rekomendasi
Komitmen Nol Emisi FIFA...
Komitmen Nol Emisi FIFA Tercoreng Jet Pribadi Infantino di Piala Dunia 2026
PN Jakpus Gelar Sidang...
PN Jakpus Gelar Sidang Vonis Nadiem Makarim Besok
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
Berita Terkini
IHSG Jeblok Nyaris 1%...
IHSG Jeblok Nyaris 1% ke 5.838 Siang Ini, Ratusan Saham Merana
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
BRICS Semakin Dominan,...
BRICS Semakin Dominan, Total 19 Negara Ingin Gabung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved